Waspada! Stunting Ancam IQ Generasi Emas, “Sumenep Genting”

Terbit: 17 Oktober 2025 | 00:03 WIB

Sumenep – Ancaman serius terhadap masa depan anak bangsa kini sedang dilawan habis-habisan di Kabupaten Sumenep. Bukan hanya soal tubuh pendek, stunting terbukti dapat menggerus kecerdasan anak hingga 11 poin IQ!

 

Demi menyelamatkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, Pemerintah Kabupaten Sumenep menggebrak dengan program kolaboratif bernama Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

 

Program GENTING bukan hanya inisiatif pemerintah semata. Ini adalah panggilan gotong royong yang melibatkan seluruh elemen: BUMN, BUMD, swasta, akademisi, hingga lembaga sosial dan media, yang kini bertindak sebagai Orang Tua Asuh (OTA) bagi keluarga berisiko stunting.

 

 

Ancaman Nyata Stunting: Bukan Sekadar Tinggi Badan

 

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, Ellya Fardansah, dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian GENTING (16/10/2025), memberikan peringatan keras. Stunting bukan masalah sepele, melainkan isu krusial yang berhubungan langsung dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

 

“Stunting dapat menyebabkan penurunan skor kognitif hingga 11 poin IQ. Jika tidak dicegah, hal ini dapat menghambat terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Ellya.

 

Inti dari GENTING adalah kesadaran bahwa pencegahan stunting butuh intervensi bersama, mulai dari perbaikan gizi, kesehatan, hingga pola asuh yang memadai. Dasar pelaksanaan gerakan masif ini bahkan diperkuat dengan Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.

 

Kabar Baik: Sumenep Memimpin Tren Penurunan

 

Di tengah perjuangan ini, Sumenep membawa kabar positif. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Dinkes P2KB, Ida Winarni, memaparkan data yang menunjukkan keberhasilan luar biasa dalam empat tahun terakhir:

  • Tahun 2021: Prevalensi stunting masih di angka 29%.
  • Tahun 2024: Berhasil ditekan drastis hingga menyentuh angka 11,2%.

Target tahun 2025? Di bawah 10 persen!

 

 

Namun, Ida mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai. Pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan karena kelahiran baru selalu terjadi. “Kita tidak bisa menghilangkan stunting sepenuhnya, tapi kita bisa mencegah anak-anak lahir dalam kondisi stunting melalui pendidikan, asupan gizi yang baik, dan pendampingan keluarga,” tambahnya.

 

Melalui GENTING, sinergi antarsektor diharapkan terus menguat, memastikan bahwa kebutuhan gizi anak-anak berisiko stunting terpenuhi dan tidak ada lagi anak Sumenep yang kehilangan potensi terbaiknya hanya karena kekurangan gizi di masa 1.000 hari pertama kehidupan. Ini adalah investasi wajib bagi masa depan bangsa!

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *