
[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP–Meski tak jadi direkom oleh Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi Calon Wakil Bupati Sumenep dalam kontestasi Pilkada 9 Desember 2020, sosok Hairul Anwar masih ramai diperbincangkan banyak kalangan.
Ibarat anak panas kadung melesat dan menancapi dinding hati pendukungnya, kemanapun Hairul melangkah, selalu mendapat tempat istimewa serta dukungan banyak kalangan.
Sementara beberapa kalangan yang belum mengenal sosok Hairul Anwar secara dekat, mengaku penasaran apa sebenarnya yang terjadi hingga dirinya tak jadi mencalonkan diri sebagai kandidat calon bupati dan wakil bupati .
Politik selalu bergerak dinamis dalam irama yang ritmenya kadang sangat kacau balau.Dari Suara miring yang dipelintir hingga nada sumbang yang menyatakan tumbang. Namun yang terjadi pada Hairul Anwar sebenarnya bukanlah sandiwara ataupun rekayasa atas pilihan PAN yang lebih memilih bergabung dengan PDI Perjuangan mengusung calon Achmad Fauzi –Dewi Khalifah.
Dalam kesempatan sebelumnya, Hairul Anwar sempat mengklarifikasi soal dirinya tak jadi direkom partai politik berlogo matahari terbit tersebut. Menurutnya, yang membuat dirinya terasa heran adalah, kalau memang dirinya tidak diinginkan, kenapa bukan kader PAN lain saja yang direkom.
“Setelah rekom keluar, kami tidak kecewa. Cuma terkejut. Karena yang direkom bukan kader PAN,” demikian penjelasan Hairul Anwar beberapa waktu lalu seperti dilansir Maduraexpose.com dari portal matamaduranews.com pada Senin 8 Juni 2020.
Politisi muda yang wajahnya mirip aktris Bollywood inipun menyampaikan keherannanya lebih rinci. Pada saat rapat pleno yang dihadiri sedikitnya 47 kader PAN. Dukungan terhadap Hairul Anwar diperkuat oleh 22 dari 27 DPC (pengurus PAN tingkat kecamatan) hingga muncullah kesepakatan untuk mendukung dirinya maju di Pilkada Sumenep 2020.
Kendati demikian, Hairul mengaku persoalan dirinya dengan PAN sudah selesai.
“Tak apalah. Saya anggap urusan PAN selesai, rekomendasi sudah turun. Yang penting, saya tidak mengkhinati kepada partai,” tandasnya.
Bahkan secara tegas Hairul mempertegas eksistensi sebagai politisi bermoral dan pantang melakukan manuver yang diluar etik.
“Bagi saya, partai merupakan tempat edukasi politik bagi masyarakat. Salah satu tugas partai adalah membenahi tatanan kepemerintahan, bukan menjadi industrial politik,” tutup politisi yang juga Big Bos nya Madura Energy ini.
Editor: Ferry Arbania[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
