Srikandi IKAPMII Sumenep Gelar Beauty Class, Dorong Ekonomi Kreatif Perempuan

Terbit: 21 Desember 2025 | 17:07 WIB

SUMENEP – Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Srikandi Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Sumenep menggelar kegiatan inovatif berupa Beauty Class. Acara yang berlangsung di Aula Bappeda pada Minggu (21/12/2025) ini diikuti oleh 53 peserta yang terdiri dari kader alumni Korps PMII Putri (KOPRI) serta masyarakat umum.

Kegiatan ini bukan sekadar ajang mempercantik diri, melainkan bertujuan strategis untuk membekali kaum perempuan dengan keterampilan merawat diri sekaligus membuka peluang baru di sektor ekonomi kreatif.

Seimbangkan Karakter Intelektual dan Keterampilan Praktis

Ketua Pelaksana kegiatan, Hodaifah, menjelaskan bahwa kader PMII putri perlu memiliki keseimbangan antara penguatan karakter dan keterampilan praktis yang bernilai ekonomi. Menurutnya, selama ini kader putri sudah sangat kuat dalam sisi inner beauty melalui kajian-kajian intelektual.

“Selama ini kader PMII putri banyak mengasah inner beauty melalui kajian dan gerakan intelektual. Namun, melalui beauty class ini, kami ingin kader juga mampu merawat diri, berkarya, dan memiliki keterampilan makeup yang bisa dikembangkan menjadi profesi profesional,” ujar Hodaifah di sela-sela acara.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa saat ini cukup banyak kader alumni yang mulai menekuni usaha di bidang Makeup Artist (MUA) dan dekorasi. Oleh sebab itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas sekaligus memperluas jejaring bisnis mereka.

Kolaborasi Strategis Dorong Industri Kreatif

Menariknya, acara ini menghadirkan narasumber ahli yakni Fetty Makeup, yang merupakan kader KOPRI alumni Universitas Wiraraja Sumenep. Kehadiran praktisi lokal ini dimaksudkan agar para peserta dapat menyerap teknik tata rias dasar langsung dari pelaku usaha yang sudah berpengalaman.

Pentingnya Karakter di Era Kolaborasi

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris IKAPMII Sumenep, Mulyadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa saat ini adalah era kolaborasi. Ia mengingatkan bahwa persaingan bukan lagi cara utama untuk maju, melainkan kerja sama tim.

“Sekarang bukan lagi zamannya kompetisi, tetapi kolaborasi. Kader harus mampu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” tegas Mulyadi.

Meskipun begitu, Mulyadi juga memberikan pesan mendalam agar para kader tidak terjebak pada penampilan fisik semata. Ia menekankan bahwa kualitas diri yang sesungguhnya tetap berakar pada integritas.

“Penampilan memang menjadi kesan pertama, tetapi karakter adalah kesan yang bertahan lama. Kader harus mampu menampilkan versi terbaik dirinya untuk berkontribusi membangun Kabupaten Sumenep di mana pun mereka berada,” pungkasnya.

Melalui momentum Hari Ibu ini, Srikandi IKAPMII Sumenep berharap lahir gerakan positif yang mendorong pengembangan diri perempuan secara mandiri. Dengan demikian, perempuan tidak hanya menjadi pilar keluarga, tetapi juga motor penggerak ekonomi yang berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Sumenep.[Tim/Red]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

KPK “Ubek-ubek” Gurita Cukai: Tiga Bos Rokok Terseret Pusaran Korupsi Bea Cukai!

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan update penindakan kasus korupsi bea cukai yang melibatkan pengusaha rokok.

Mahfud MD ‘Sentil’ KPK Soal UU Tahanan Rumah YCQ

Terbit: 29 Maret 2026 | 05:33 WIB “Diskursus mengenai rasa keadilan publik kembali terusik. Prof. Mahfud MD, tokoh nasional sekaligus pakar hukum asal Madura, melontarkan kritik retoris yang menohok nalar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *