Fattah Jasin-Ra Fikri

Terbit: 25 Juni 2020 | 04:13 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Oleh: Hambali Rasidi*

“Ra Fikri Warits sudah final sebagai Calon Wakil Bupati yang dipilih PKB,” sebut salah satu orang dekat Fattah Jasin dalam sebuah diskusi.

Info yang beredar diinternal DPC PKB Sumenep dan tim inti Fattah Jasin, Rekomendasi DPP PKB menetapkan Fattah Jasin sebagai Calon Bupati. KH Mohammad ‘Ali Fikri Warits sebagai Calon Wakil Bupati.
“Surat rekomendasinya tinggal diprint,” ucap sumber itu.
Ra Fikri tak langsung menolak dan menyanggupi soal dirinya dilamar untuk bersanding dengan Fattah Jasin di Pilkada Sumenep 2020.
Ra Fikri masih menunggu keputusan PPP sebagai partai yang mengusungnya.

Selain partai yang menjadi acuan, Ra Fikri juga menunggu kesepakatan para alumni-nya. Santri yang pernah mondok di pesantren ayah dan kakek buyutnya, Ponpes Annuqayah. Sepintas saya melihat sosok Ra Fikri sederhana. Tak ambisius. Saya tak mengenal dekat dengan putra mendiang KH Warits ini.

Dilihat dari cara bertutur dan auranya. Mengalir kharisma alm. Kiai Warits. Politisi senior PPP yang berkharisma.
Kepribadian Ra Fikri bersahaja. Istiqomah. Terpancar ke’aliman yang terpendam.

Bagaimana jika DPP PPP tak mengusung Ra Fikri?
Kepada wartawan Ra Fikri mengaku dirinya mendaftar Wabup di PPP. Bersedia Nyalon Wabup bukan karena person. Tapi karena mendaftar Cawabup.

Politik begitu dinamis. Di tengah ketidakpastian rekomendasi PKB-PPP.Terdengar kabar rekomendasi PPP akan jatuh ke Paslon yang diusung PDI-P.

Entahlah. Namanya saja wacana yang sedang bergelinding di tengah diskusi para aktivis di warung kopi.
Bahkan, wacana itu berkembang dua opsi dengan simulasi begini:
PPP berkoalisi dengan Hanura atau partai lain. Yang penting memenuhi syarat daftar Paslon ke KPU.

Sedangkan Paslon koalisi PDI-P bisa mengambil KH Ikyasi Siradj sebagai Calon Wakil Bupati.

Opsi dan simulasi ini menjadi analisa Dikretur LSS, Abdul Mannan agar kekuatan Bani Syarqawi tak menyatu melawan Paslon yang diusung PDI-P.
“Jika keluarga besar Annuqayah bersatu merapat ke Cabup Fattah Jasin. Ini menjadi ancaman ke Paslon yang diusung PDI-P,” sebut Mannan dalam diskusi.

Memang dalam buku Rahasi Politik Kiai Ramdlan, jejaring politik Bani Syarqawi telah memenuhi 2/3 saluran politik di Sumenep.

Mereka tersebar di sejumlah Parpol di Sumenep. Para keluarga besar Bani Syarqawi menjadi tokoh yang disegani di berbagai daerah pemilihan.
Para alumninya juga menyebar seantero Sumenep. Mereka para alumni Annuqayah masih banyak mendengar titah para masyayikh.

So, jika benar Fattah Jasin berpasangan dengan Ra Fikri. Lalu bersatu para masyayikh Annuqayah dan para alumninya.

Kalkulasi di atas kertas, kemenangan Fattah Jasin-Ra Fikri tinggal menunggu pelantikan.

Sebaliknya, jika kekuatan Annuqayah bercerai berai.
Potensi menang ada di Paslon yang diusung PDI-P?.

*)Penulis adalah Pemred MataMaduraNews.com
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Anatomi Teror: Antara Residu Militerisme dan Supremasi Hukum

    Terbit: 21 Maret 2026 | 03:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | LABORATORIUM NALAR – Peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di pelataran YLBHI bukan sekadar tindak pidana penganiayaan…

    Kiamat Nalar 2026: Saat Algoritma Menjadi ‘Dajjal’ dan Gaza Jadi Laboratorium Terakhir Manusia

    Terbit: 19 Maret 2026 | 13:11 WIB MADURAEXPOSE.COM – Peradaban sedang berada di titik nadir yang paling berbahaya. Ketika Joe Kent di Amerika Serikat membongkar kepalsuan intelijen yang menyeret Trump…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *