Sempat Terjebak Cuaca Ekstrem, Senyum 3 Balita Pecah Saat Pelayaran Jangkar-Kalianget Akhirnya Dibuka

Terbit: 18 Januari 2026 | 17:42 WIB

MaduraExpose.com – Setelah sepekan lamanya “terkurung” akibat cuaca buruk, wajah-wajah mungil di Pelabuhan Penyeberangan Jangkar, Situbondo, akhirnya bisa bernapas lega. Di antara puluhan penumpang yang tertahan, kehadiran tiga balita di atas KMP Munggiyango Hulalo menjadi sorotan saat kapal tersebut akhirnya diizinkan bertolak menuju Kalianget, Sumenep, Sabtu (17/1/2026).

Ketiga balita tersebut merupakan bagian dari puluhan penumpang yang harus bersabar menghadapi hantaman angin kencang dan gelombang tinggi yang melumpuhkan aktivitas pelayaran sejak 10 Januari lalu.

Penantian Panjang di Dermaga

Aktivitas pelayaran lintas Situbondo–Madura memang sempat ditunda total selama tujuh hari demi keselamatan. Namun, berdasarkan pantauan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, kondisi perairan Sumenep mulai melandai dan aman untuk dilalui.

“Mulai hari ini aktivitas pelayaran kembali dibuka karena cuaca sudah mulai membaik,” ujar Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar, Abdul Hamid.

Momen keberangkatan ini menjadi sangat emosional, terutama bagi para orang tua yang membawa anak kecil. KMP Munggiyango Hulalo yang melayani rute Jangkar–Kalianget mengangkut 69 penumpang, di mana tiga di antaranya adalah balita yang akhirnya bisa pulang ke kampung halaman setelah menanti dalam ketidakpastian di pelabuhan.

Ratusan Penumpang Kepulauan Turut Bertolak

Tak hanya rute Kalianget, antrean panjang juga terurai di rute menuju Pulau Raas. KMP Dharma Kartika yang sudah bersandar tanpa kepastian selama seminggu akhirnya lepas jangkar pada pukul 08.50 WIB. Kapal ini membawa beban cukup besar yakni 222 penumpang, termasuk 10 balita yang juga sempat terjebak di area pelabuhan.

Selain rute Madura, mobilitas logistik menuju Nusa Tenggara Barat pun mulai pulih:

  • KMP Trimas Laila: Bertolak menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, dengan membawa 36 penumpang dan puluhan truk logistik.

  • KMP Wicitra Dharma I: Berhasil tiba kembali di Jangkar setelah sempat tertahan selama sepekan di Pulau Sapudi.

Keselamatan Tetap Prioritas Utama

Meski pelayaran telah dibuka, pihak BPTD Kelas II Jatim menegaskan akan terus memantau perkembangan cuaca secara real-time. Keberadaan penumpang rentan seperti balita dan lansia menjadi perhatian khusus dalam prosedur keselamatan pelayaran kali ini.

“Kami memprioritaskan kenyamanan dan keamanan, terutama bagi penumpang anak-anak. Kami bersyukur kondisi gelombang mulai landai sehingga mereka tidak perlu lebih lama lagi berada di pelabuhan,” pungkas Hamid. [Tim/Red]

Red/Editor: Ferry Arbania

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *