Hadist Bukhari Buka Pintu Damai Felix Siauw dengan Sang Kakak

Terbit: 9 September 2019 | 23:34 WIB

MaduraExpose.com – Ini masih tentang kisah kakak ustaz Felix Siauw yang memutuskan menjadi mualaf. Ada perjalanan panjang yang diuraikan Felix Siauw di balik mualafnya sang kakak, Freddy Siauw.

Selama ini ustaz yang juga penulis novel ini sangsi terhadap kakaknya. Hal itu karena dirinya melihat kepribadian yang berbeda dari sosok Freddy selain keduanya bertengkar sejak kecil.

“Freddy bertato, merokok, kuliah diluar negeri, gonta-ganti pacar, antingan. Saya? semua yang tidak dia lakukan, sebab saya benci dia dan semua yang dia lakukan,” ungkap Felix Siauw seperti dilihat detikHOT di akun Instagram sang ustaz, Senin (9/9/2019).

Hingga kemudian ia menerima sebuah pesan dari Freddy. Sang kakak bertanya tentang sebuah hadist kepada dirinya.

“‘Orang yang berusaha memenuhi kebutuhan janda dan orang miskin, pahalanya seperti mujahid fii sabilillah atau seperti orang yang rajin puasa di siang hari dan rajin tahajud di malam hari – HR Bukhari Muslim’

Tulisnya, “Lix ini maksudnya gimana? Ada referensi yang bisa gue pelajari?”. Sontak saya jawab, dan kirimkan 11 buku ringan baginya untuk mengenal Islam,” urai Felix Siauw.

Setelah sekian lama tak bertemu, di sebuah kajian yang diisi oleh Felix Siauw sang kakak juga kemudian datang. Di kedatangan yang tak terduga itu, Felix Siauw menceritakan bagaimana sang kakak kerap melontarkan kata-kata yang kerap disebutkan kaum muslim saat sedang berbicara.

“Dia menceritakan, saat ini respect dengan Islam, bahwa di sekelilingnya banyak yang Muslim. Kata-kata “assalamu’alaikum” “alhamdulillah”, “insyaAllah”, mudah keluar darinya. Awkward, saya mengharu. Tertampar, begini cara Allah mengajari saya,” urai Felix Siauw.[dtk]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *