Salib yang Diungkit Ustadz Somad Ternyata Banyak Jenisnya

Terbit: 19 Agustus 2019 | 16:56 WIB

Maduraexpose.com–Nama Ustaz Abdul Somad atau UAS kembali ramai dibicarakan, karena awalnya beredar dari video ceramah UAS yang diunggah lewat akun Twitter @P3nj3l4j4h.

Dalam ceramah yang tidak diketahui lokasinya itu, Ustaz Abdul Somad mengungkit soal hukum melihat salib, setelah mendapat pertanyaan dari catatan di selembar kertas.

Salib merupakan simbol kerohanian umat Kristiani, yang bisa diartikan sebagai iman, doa, pengharapan, dan berkat.

Meski begitu, mengutip situs Britannica, Senin, 19 Agustus 2019, Salib memiliki beberapa jenis yang masing-masing memiliki sejarah dan makna.

Setidaknya ada empat jenis salib berdasarkan ikonografi, atau ilmu yang mempelajari tentang seni, baik dengan melakukan identifikasi deskripsi maupun interpretasi isi gambar.

Pertama, Crux Quadrata atau Salib Yunani (Greek Cross). Pada awalnya salib ini digunakan untuk menyamarkan identitas para pengikut Yesus Kristus yang dianiaya pada masa Gereja Perdana.

Kedua, Crux Immissa atau Salib Latin (Latin Cross), adalah bentuk Salib Kristus yang digunakan di Gereja Katolik Roma.

Salib ini menyertakan juga Tubuh Kristus sebagai pengingat akan penyelamatan-Nya di kayu salib.

Ketiga, Crux Commissa atau Salib Tau, adalah salib berbentuk T. Dalam Kitab Injil Perjanjian Lama sudah diberitakan oleh Nabi Yehezkiel. Hingga kini Salib tersebut menjadi ciri khas Ordo Fransiskan.


Keempat, Crux Decussata atau Salib Santo Andreas. Salib ini menggambarkan Santo Andreas, saudara Santo Petrus, yang disalibkan dengan Salib berbentuk X, karena banyak yang meyakini kalau Santo Andreas disalibkan dengan posisi seperti itu.

Salib tersebut juga ditampilkan di sejumlah bendera negara, seperti Skotlandia dan Jamaika. [vv]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *