
SUMENEP – Jati diri Nahdlatul Ulama (NU) sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah (organisasi keagamaan dan kemasyarakatan) kembali dipertegas dalam forum permusyawaratan tertinggi. Konferensi Cabang (Konfercab) NU Sumenep yang berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Annuqayah Latee menjadi saksi penegasan fundamental tentang kepemimpinan organisasi.
Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Matin Jawahir, secara lugas menyampaikan pesan utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh struktural NU di tingkat cabang hingga ranting. Pesan tersebut menggarisbawahi tradisi salafush shalih NU: Kepemimpinan struktural harus berada di tangan ulama dan kiai.
Prinsip Ulama Sebagai Pemandu Organisasi
KH Abdul Matin Jawahir mendasarkan argumentasinya pada dua pilar historis dan spiritual Nahdlatul Ulama:
Pendiri adalah Ulama (Muassis): NU didirikan oleh para ulama besar yang memiliki sanad keilmuan yang jelas.
Kepemimpinan Ulama: Struktur utama kepemimpinan (baik Syuriyah maupun Tanfidziyah) idealnya harus dipegang oleh ulama yang memiliki legitimasi keilmuan dan spiritualitas yang mendalam.
Beliau bahkan secara tegas menempatkan kalangan non-ulama, meskipun memiliki sumber daya finansial yang melimpah, hanya pada posisi pendukung dan penunjang organisasi.
“Garis bawah, Nahdlatul Ulama adalah jam’iyah didirikan oleh para Ulama, dua: Nahdlatul Ulama adalah jam’iyah yang pimpinannya adalah para ulama. Jadi mohon maaf yang tidak kiai yang tidak ulama walaupun kaya Bendahara saja,” tegas Kiai Matin, dikutip pada Senin (15/12/2025).
Pernyataan lugas ini berlandaskan pada prinsip keagamaan, yaitu “Usidal Amru Fi Amrihi” (serahkan urusan kepada ahlinya).
Konsekuensi Fatal Jika Khittah Diabaikan
Kiai Matin lantas mengingatkan peserta Konfercab mengenai konsekuensi fatal yang akan terjadi jika prinsip Usidal Amru diabaikan, merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW:
“Idza wussidal amru ila ghairi ahlihi fantadziri sa’ah (jika suatu urusan diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya),” imbuh Kiai Matin.
Pesan ini disambut sorak dan tepuk tangan meriah, menegaskan bahwa kepemimpinan dalam jam’iyyah NU, yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), memerlukan kedalaman ilmu agama dan khidmah (pengabdian) yang otentik, bukan semata berorientasi pada modal finansial atau popularitas politik.
Konfercab NU Sumenep Kukuhkan Khittah Ulama
Pesan KH Abdul Matin Jawahir terbukti sejalan dengan hasil akhir Konfercab NU Sumenep yang mengusung tema “Satu Fikrah, Satu Harakah.”
Setelah melalui musyawarah Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), yang terdiri dari kiai-kiai sepuh, ditetapkanlah KH Ahmad Washil Hasyim sebagai Rais Syuriyah PCNU Sumenep. Sementara itu, KH Md Widadi Rahim terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep, mengukuhkan pilihan pada ulama dan kader terbaik.
Pemilihan Rais Syuriyah melalui AHWA—mekanisme yang hanya melibatkan kiai senior—dan terpilihnya kiai sebagai Ketua Tanfidziyah, menunjukkan komitmen NU Sumenep untuk mengokohkan kembali khittah ulama di posisi tertinggi organisasi untuk masa khidmat 2025-2030.***



![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)
![Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose] Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776767695/itjenad-verifikasi-sppg-yayasan-alitqan-sumenep-2026_ojv6t1.jpg)
