Anggota Babinsa Ramil Batang-batang Bersama Petani Desa Tamidung Panen Padi

Terbit: 19 Maret 2018 | 20:07 WIB

Sumenep(MaduraExpose.com)- Peran Babinsa untuk ikut menjaga dan mensukseskan ketahanan pangan, benar-benar direalisasikan oleh TNI – AD. Hal ini selalu digalakkan oleh para Babinsa yang berada di Satuan Komando Wilayah. Beragam metode tanam digunakan untuk memacu agar hasil panen padi melimpah. Mulai tanam teknis tradisional, jejer legowo, hingga teknik The System of Rice Intensifications (SRI).

Seperti panen yang saat ini dilakukan oleh Babinsa Praka Zaini anggota Ramil 14/Batang-batang yang mana membantu panen padi milik Bapak Rahwini yang tergabung di Kelompok Tani (Poktan) “Nurul Yakin” dengan luas hamparan tanaman padi 0,300 ha. Dan dengan senang hati semua dapat dipanen yang mana menghasilkan Gabah 7 Kw/kg, untuk Provitas 4 jenis Varietas Zerang.

Pelaksanaan panen tersebut dilaksanakan bersama warga masyarakat di Dusun Mojung Dusun Tamidung Kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur. Selasa, (19/3/2018).

Kapten Inf. Nanang Fadhori selaku Komandan Koramil 0827/14 Batang-batang menekankan jika produksi padi yang ada mampu menyediakan beras untuk penuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Sehingga pasokan beras bisa diperkirakan cukup, sekaligus akan membuat harga beras yang beredar relatif stabil. “Fenomena kekurangan pasokan beras yang biasanya terjadi di bulan Februari dan Maret tidak akan terjadi,” ujarnya.

Pendampingan dilapangan yang dilakukan oleh Babinsa Ramil 0827/14 Batang-batang sebagai langkah memantau perkembangan tanaman. Kementerian Pertanian merangkul para Babinsa dan PPL bersama pemerintah daerah memberikan bimbingan dan pengawalan serta usaha peningkatan produksi dan peroduktifitas padi. “Jadi proses produksi padi diharapkan dapat berjalan dengan lancar,” kata

Ia juga menilai, terjaminnya produksi padi disebabkan usaha untuk terus menjamin meningkatkan produksi padi. Dampak paceklik diantisipasi pemberian bantuan seperti pompa air, traktor dan benih berkualias, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, embung dan lain-lain.

HotExpose:  Anomali Regulasi di Tapakerbau: Hegemoni Modal vs Kedaulatan Ekologi

(sur/fer)

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Anomali Regulasi di Tapakerbau: Hegemoni Modal vs Kedaulatan Ekologi

Terbit: 16 April 2026 | 19:20 WIB SUMENEP – Eskalasi konflik agraria di pesisir Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, kini memasuki fase krusial yang menguji integritas penegakan hukum di Jawa…

Jurus Fajar ‘Kepung’ Ekonomi Rakyat

Terbit: 16 April 2026 | 12:00 WIB SUMENEP – Akselerasi ekonomi syariah di Kabupaten Sumenep memasuki babak baru. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar secara progresif mendorong inklusi keuangan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *