Warga Desa Karduluk Mendadak Mati Saat Hendak Kerja di Kecamatan Kalianget

Terbit: 8 Januari 2018 | 21:39 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Sekitar pukul pada hari15.00 wib sore tadi, gudang mebel milik Solihin di Dusun Palebunan, Desa Karanganyar, KecamatanKalianget,Sumenep, Madura berubah menjadi heboh, dengan adanya salah satu pekerja yang tersengat setrum listrik pada mesin ukir kayu.

Informasi dari Polres Sumenep menyebutkan, korban diketahui bernama Anton ( 40 ), warga Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan,Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Awalnya korban ngobrol dengan temannya Iwan sebelum membuat ukiran dipan di mebel milik Solihin.
Pada saat korban menyalakan alat mesin ukir, tiba-tina langsung tersetrum. Iwan mematikan meteran listrik, namun korban sudah tidak sadarkan diri,” terang AKP Suwardi, Kasubag Humas Polres Sumenep dalam rilisnya yang diterima redaksi Policeline.co, Senin malam 8 Januari 2018.

Melihat korban tidak sadarkan diri,lanjut Suwardi, Iwan dan pemilik mebel atas nama solihin membawa korban ke Puskesmas Kalianget sekitar Pkl 15.45 wib diterima oleh Puskesmas Kalianget dalam keadaan tidak sadar dan tidak ada denyut nadi.

Selanjutnya, korban diberi pertolongan berupa, pasang oksigen, Pijat Jantung, pemasangan rekam jantung / EKG, namun tdk ada reaksi.

“Kemudian pada pukul 16.20 wib, korban telah dinyatakan sudah meninggal dunia oleh petugas jaga Puskesmas Kalianget : Angga, Benni dan Sri sesuai hasil pemeriksaan,”imbuhnya.

Mantan Kapolsek Lenteng ini menambahkan catatan, bahwa korban atas nama Anton tersebut sudah 15 tahum bekerja di mebel milik Solihin Desa Karanganyar sebagai tukang ukir pembuatan kursi, tempat tidur dan pintu. Jumlah pekerja di mebel Solihin sebanyak 4 orang yakni, Iwan, anton, Azani dan Muh Iksan.

” Pada saat kejadian korban terkena strum alat ukir adalah Iwan sedangkan yang lain berada diruang lain tidak melihat korban secara langsung terkena strum aliran listrik,”paparnya lagi menjelaskan lebih detil.

Korban di bawa pulang oleh pihak keluarga dan kades Karduluk pada pukul 19.30 dengan menggunakan Ambulance untuk di makamkan dirumah duka

Pihak keluarga yg diwakili oleh istri korban ( Jumaliyah ), menganggap kejadian tersebut adalah musibah dan takdir dari Allah SWT. dan tidak akan melakukan penuntutan kepada siapapun.

“Pernyataan keluarga korban dituangkan dalam Surat pernyataan yang di ketahui oleh kepala desa Karduluk,”pungkasnya.

(Ferry Arbania)

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Sinyal Damai Trump di Hari Raya: Janji Kebebasan Beragama dan Kejutan Pesan Idulfitri 2026

Terbit: 21 Maret 2026 | 20:32 WIB MADURAEXPOSE.COM | WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi menyampaikan pesan Idulfitri kepada komunitas Muslim di seluruh dunia, khususnya di Amerika…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *