MADURAEXPOSE.COM – Berkembangnya cara tanam padi sering tidak bisa diikuti oleh para petani karena penerapan suatu inovasi membutuhkan waktu yang tidak singkat, sehingga masih banyak ditemukan di lapangan petani yang menerapkan cara tanam acak, padahal cara tersebut terbilang cara yang kuno dengan tingkat produksi lebih rendah dibandingkan dengan jajar legowo. Senin, (8/1/2018).

Seperti yang dilakukan warga Binaan Kopka Sutrisno anggota Koramil 0827/13 Rubaru, yang mana para warganya masih di Dusun Banasare Barat, Desa Banasare, Kecamatan Rubaru ini terbilang masih mengacu menggunakan cara tanam “Acak” begitu juga lahan yang di gunakan bukanlah lahan sawah melainkan lahan tegalan ?Ladang) yang berada di lingkungan pemukiman warga.

Danramil 0827/13 Rubaru Kapten Inf. Imam Fitri Harto menjelaskan sebenarnya disebut sistem tanam “acak” karena penanaman dilakukan tanpa menggunakan ukuran sehingga jika dilihat tanaman tidak tertata rapi, atau bisa dibilangan jarak tanamnya anatar bibit padu tidak menggunakan ukuran.

Disamping itu, pada lahan atau ladang yang masih menggunakan cara tanam “acak” untuk tahap pemeliharaan tanaman padi lebih sulit dilakukan terutama sewaktu membersihkan gulma karena tidak bisa menggunakan osrok/landak, begitu juga pada saat pemupukan dan penyemprotan sangat sulit karena tidak tertata dengan rapi tanaman padi tersebut. “imbuh Danramil”.

Kopka Sutrisno sambil bertahap akan selalu
melakukan pendampingan secara terus-menerus dan akan berkoordinasi oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Rubaru segera mengadakan sosialisasi untuk mengubah cara tanam padi menggunakan Jajar legowo.

“Memang sangat diperlukan waktu untuk mengubah kebiasaan petani untuk bisa memahami dan bisa diterapkan guna memberikan manfaat menuju peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani itu sendiri serta untuk menuju mensukseskan ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Bapak Sutabri, salah satu anggota Poktan Desa Banasare mengakui bahwasannya selama ini sistem yang digunakan tanam padi ialah sistem “acak”, jadi apa bila kedepannya mau di berikan sosialisasi saya mewakili warga Banasare sangatlah senang dan mudah-mudahan kedepan bisa meningkatkan hasil panen untuk menuju Swasembada Pangan,” pungkas Sutabri.

(sur/fer)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM