Dr.H.Kodrat Sunyoto Ketua MKGR Jatim : “Melontarkan Isu Koalisi Pelangi, Dari Balik Beringin”

Terbit: 10 Oktober 2017 | 08:05 WIB

MADURAEXPOSE.COM,SURABAYA– Dr. H. Kodrat Sunyoto selaku Ketua MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong) Prov. Jatim, melontarkan gagasan cemerlang, dalam menyongsong Pilkada Jatim 2018, dan tingginya dinamika politik antar partai yang makin membuncah ini.

“Saya memperhatikan dan menelisik sikon dan komunikasi antar Partai Politik di Jatim itu hendaknya didorong pada situasi yang kondusif, dan untuk pra kondisinya diperlukan langkah bijak dari seluruh petinggi Parpol meski tidak membatasi ruang demokrasinya, lho,” lontar Kodrat Sunyoto yang juga Petinggi Partai Golkar Jatim ini.

Mengapa mesti kondusif dan apa pra komunikasinya? Menurut Kodrat, saya ingin rasa handarbeni sebagai Ketua MKGR Jatim ini punya makna dan berarti bagi pengambil kebijakan maupun merespon aspirasi Rakyat Jatim pada umumnya.

“Sejak munculnya isu satu pasang Cagub Jatim, maka respon publik maupun para politisi cukup dinamis dan panas rasanya. Untuk ini perlukan langkah strategis dan efektif sehingga muncullah pemikiran dan upaya agar dalam rana Pilgub Jatim 2018 nanti itu, benar-benar kondusif sehingga kematangan dalam berdemokrasi makin mantap. Dan Jatim punya kultur musyawarah sebelum menelorkan permufakatan,” tegas Kodrat yang juga Sekretaris FPG di DPRD Jatim itu.

Kodrat pun melihat gejala suhu politik di Jatim bisa tinggi dan sangat panas, jika semua hal dibiarkan liar. Lalu mengapa sosok Kodrat Sunyoto ini sangat antusias dan perhatian sekali? Sementar banyak pihak berkecenderungan acuh tak acuh.

‘Jujur saja, saya matang dan dibesarkan oleh Partai Golkar ini sangat mencintai Rakyat Jatim dengan Kulturnya yang terbuka dan kekeluargaan. Dan nuansa ini sangat cocok dengan khittahnya MKGR yang mengutamakan kekeluargaan sekaligus gotongroyong,” ungkap Kodrat yang sempat mengangkat harkat dan kredibilitas Ormas Pendiri Golkar, yakni MKGR yang bermusyawarah di hotel Shangri La Surabaya itu bukan berniat arogansi.

Sisi lain, tuturnya, MKGR Jatim ingin sumbang saran dalam rangka manisnya komunikasi politik antar partai di Jatim yang akan Pesta Akbar Demokrasi (Pilkada) ini. “Saya mengusulkan agar ditempuh upaya serius dalam bentuk Koalisi Pelangi,” ungkap Kodrat Sunyoto lagi.

Wakil Rakyat Jatim yang dikenal santun itu, menjelaskan formula gagasan Koalisi Pelangi bahwa dari gejala akan muncul 2-3 jago pasangan Cagub di Jatim. Untuk menempuh konkritnya para pasangan Cagub Jatim itu diperlukan langkah dan upaya berkoalisi, meskipun ada satu dua partai yang memenuhi syarat memajukan jagonya sendiri tanpa jalan koalisi.

Namun yang ideal, ujar Kodrat dari Dapil Gresik dan Lamongan ini, bahwa berkoalisi akan lebih bijak dan kekeluargaannya akan makin kental. “Apalagi jika Koalisi Pelangai ini faktual tercapai maka Jatim akan kondusif betul,” pungkas Kodrat Sunyoto.

Dan memang benar, partai pemenang seperti PKB dan Pdi Perjuangan di Jatim ini ingin mengajak berkoalisi dengan partai-partai yang ada dan berkenan. “Kami membuka diri untuk berkoalisi, agar pemenangan jago kami lebih massif,” kata Ketua PKB Jatim, H. Halim Iskandar ketika bersilaturahim ke Partai Golkar Jatim.

Nada yang sama dilontarkan pula oleh H. Kusnadi Ketua Pdi Perjuangan di kantornya di kawasan Jemursari Surabaya, secara terpisah kepada kaum jurnalis. “Moga saja Koalisi Pelangi di Jatim ini terealisasi,” tambah Kusnadi yang juga minat sebagai Wagub Jatim ini.(MA)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Strategi Emil Dardak Perkuat Ekonomi Desa Lewat Jambore Kampung Tematik 2026 di Madiun

Terbit: 25 Februari 2026 | 21:45 WIB SURABAYA, MADURA EXPOSE – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jambore Nasional Kampung Tematik Indonesia (KTI) yang…

Kiblat Surabaya di Sumenep: Mengurai Sengkarut Kemiskinan dari Level RT

Terbit: 23 Februari 2026 | 05:22 WIB Sumenep, MaduraExpose.com-  Momentum Ramadhan 2026 di Kabupaten Sumenep tahun ini tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan. Di balik tembok tebal Pendopo Agung Keraton,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *