hendak mengadukan kepadanya perihal akhlak istrinya. Sampailah dia di kediaman Umar.
Tetapi pemuda itu tiba-tiba berhenti di pintu rumah Umar untuk menunggunya keluar. Ia tersentak mendengar suara istri Umar yang sedang memanjangkan lisannya (ngomel-ngomel) kepada sahabat bergelar al-Faruq (pembeda) itu. Sementara Abu Abdillah hanya terdiam membisu tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya guna merespon balik.
Lantas, dengan kenyataan yang ia temui, lelaki tadi bergegas dan pergi begitu saja seraya berkata, “Tatkala situasi Amirul Mukminin seperti ini, lantas bagaimana dengan situasi saya?” Hal itu ia ucapkan berulang-ulang (nggeremeng) sehingga Umar melihat dan memanggilnya,”Wahai lelaki, apa kebutuhanmu sehingga engkau sampai di sini?
“Wahai Amirul Mukminin, sebenarnya aku datang untuk mengadukan sesuatu tentang kelakuan istri saya yang kurang baik (menurut saya), suka ngomel ke saya. Apa boleh buat, istri engkau juga sama. Kemudian aku kembali dan berkata, “Tatkala situasi Amirul Mukminin saja seperti ini, lantas bagaimana dengan situasi saya?”
Kemudian Umar menimpali, “Wahai saudaraku, sungguh aku telah membebaninnya dengan hak-hak seperti memasak, membuat roti, mencuci pakaian dan menyusui anak-anakku, padahal itu bukanlah kewajiban atas istriku, dan aku tenang dengan keadaan itu membantuku jauh dari keharaman, dan aku menanggungnya (rela) karena hal-hal itu,” jelas Umar.
Akhirya, laki-laki tadi mengerti dan berkata, “Wahai Amirul Mukminin, seperti itulah istriku”. Umar menjawab, “Terimalah keadaan itu, toh hanya sebentar saja (ngomel-ngomelnya)”.
Saling memahami serta mengerti kekurangan dan kelebihan akan sangat mendukung kelanggengan sebuah rumah tangga. Perjalanan hidup kebanyakan tidak sesuai rencana. Sehingga luasya kesabaran seorang suami maupun istri akan bisa menggiring bahtera rumah tangga menuju pantai kebahagiaan.
Ada sebuah riwayat bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa (suami) sabar atas keburukan ahklak isterinya, maka Allah memberikan dia pahala sebanding pahala Nabi Ayyub as atas bala’ (cobaan) yang menimpanya. Dan barang siapa (istri) sabar atas keburukan ahklak suaminya, maka Allah limpahkan baginya pahal Asiyah istri Ramses.” (Irsyadul Ibad: 92)
(Ali Makhrus)
Cerita ini diolah dari kitab “Irsyadul Ibad” karya Syeikh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al-Malibariy, tt, Al-Hidayah, Surabaya.
Rahasia Sayyidina Umar Hadapi Omelan Istri
Diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki bernam Abu Abdillah datang kepada Sayidina Umar bin Khattab ra hendak mengadukan kepadanya perihal akhlak istrinya. Sampailah dia di kediaman Umar.
Tetapi pemuda itu tiba-tiba berhenti di pintu rumah Umar untuk menunggunya keluar. Ia tersentak mendengar suara istri Umar yang sedang memanjangkan lisannya (ngomel-ngomel) kepada sahabat bergelar al-Faruq (pembeda) itu. Sementara Abu Abdillah hanya terdiam membisu tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya guna merespon balik.
Lantas, dengan kenyataan yang ia temui, lelaki tadi bergegas dan pergi begitu saja seraya berkata, “Tatkala situasi Amirul Mukminin seperti ini, lantas bagaimana dengan situasi saya?” Hal itu ia ucapkan berulang-ulang (nggeremeng) sehingga Umar melihat dan memanggilnya,”Wahai lelaki, apa kebutuhanmu sehingga engkau sampai di sini?
“Wahai Amirul Mukminin, sebenarnya aku datang untuk mengadukan sesuatu tentang kelakuan istri saya yang kurang baik (menurut saya), suka ngomel ke saya. Apa boleh buat, istri engkau juga sama. Kemudian aku kembali dan berkata, “Tatkala situasi Amirul Mukminin saja seperti ini, lantas bagaimana dengan situasi saya?”
Kemudian Umar menimpali, “Wahai saudaraku, sungguh aku telah membebaninnya dengan hak-hak seperti memasak, membuat roti, mencuci pakaian dan menyusui anak-anakku, padahal itu bukanlah kewajiban atas istriku, dan aku tenang dengan keadaan itu membantuku jauh dari keharaman, dan aku menanggungnya (rela) karena hal-hal itu,” jelas Umar.
Akhirya, laki-laki tadi mengerti dan berkata, “Wahai Amirul Mukminin, seperti itulah istriku”. Umar menjawab, “Terimalah keadaan itu, toh hanya sebentar saja (ngomel-ngomelnya)”.
Saling memahami serta mengerti kekurangan dan kelebihan akan sangat mendukung kelanggengan sebuah rumah tangga. Perjalanan hidup kebanyakan tidak sesuai rencana. Sehingga luasya kesabaran seorang suami maupun istri akan bisa menggiring bahtera rumah tangga menuju pantai kebahagiaan.
Ada sebuah riwayat bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa (suami) sabar atas keburukan ahklak isterinya, maka Allah memberikan dia pahala sebanding pahala Nabi Ayyub as atas bala’ (cobaan) yang menimpanya. Dan barang siapa (istri) sabar atas keburukan ahklak suaminya, maka Allah limpahkan baginya pahal Asiyah istri Ramses.” (Irsyadul Ibad: 92)
[NU]



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
