Pencairan Dana Desa Candi Burung Terkendala RPABDes

Terbit: 18 Mei 2017 | 23:10 WIB

MADURAEXPOSE.COM– Desa Candi Burung yang ada di Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan sampai saat ini belum bisa mencairkan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN.

Pasalnya, desa tersebut masih dibelit masalah. Mulai adanya perselisihan antara kepala desa dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang berlarut – larut.

Perselisihan yang panjang antara keduanya hingga berbuntut dipecatnya Ketua BPD oleh kepala desa tersebut.

“Persoalan seperti ini menyebabkan RAPBDes nya tidak kunjung selesai sampai detik ini”, ungkap Ach Faisol Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Tidak cairnya DD didesa tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2016 yang lalu, sehingga masyarakat tidak bisa menikmati pembangunan desanya.

Menurut Ach Faisol untuk Desa Candi Burung pencairan DD sebetulnya hanya menunggu RAPBDes saja yang perlu ditandatangani Kepala Desa dan Ketua BPD nya.

“Kalau memang RAPBDes sudah di sepakati kamipun akan segera mencairkan dana tersebut”, ungkap Faisol.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk sementara ini DD Desa Candi Burung yang tahun 2016 sampai sekarang ada di kasda.

“Untuk sementara ini kami konsultasikan mau diapakan dana tersebut, namun pemerintah pusat belum memberikan jawaban walaupun kami sudah melaporkan mulai bulan Januari kemarin”, pungkas Faisol.

(Hol/Pan/*)

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Sembilan Jam Pamekasan dalam Bidikan Korsubgah KPK

Terbit: 10 April 2026 | 05:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – PAMEKASAN – Pertemuan tertutup selama sembilan jam antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati menjadi sinyal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *