Bupati Anas: Kompetisi Antardaerah Sudah Usang

Terbit: 3 Mei 2017 | 23:21 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan saat ini kompetisi antardaerah sudah usang dan jutsru yang harus dikedepankan adalah sinergi dan kolaborasi.

“Kini saatnya sinergi dan kolaborasi. Pemimpin daerah boleh berbeda pilihan politik, tapi itu tidak menghalangi terwujudnya sinergi, karena tujuannya sama, yaitu untuk pengembangan daerah,” ujar Anas saat dihubungi di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin.

Dia mencontohkan beberapa kerja sama antara Pemkab Banyuwangi dengan sejumlah kabupaten/kota untuk saling mengadopsi program. Di antaranya kerja sama dengan Kabupaten Serang (Banten), Sukoharjo (Jawa Tengah), Bantul (DIY), Jembrana (Bali), dan Kediri (Jatim).

Kerja sama yang terbaru, katanya, Pemkab Banyuwangi dan Pemkab Lamongan juga memperkuat sinergi untuk mengembangkan daerahnya masing-masing. Kedua pihak sepakat untuk saling dukung dalam memajukan daerah.

“Kami telah bertemu dengan Bupati Lamongan Pak Fadeli dan Wabup Lamongan Bu Kartika Hidayati, beberapa waktu lalu untuk bersama-sama saling dukung mengembangkan daerah. Saya berkunjung ke Lamongan, demikian pula Bupati Lamongan sudah berkunjung ke Banyuwangi,” ujar Anas.

Menurut dia, setiap daerah punya keunggulan dan kekurangan masing-masing, sehingga bisa saling mengisi satu sama lain. Apa yang baik di suatu daerah bisa dibawa dan dipraktikkan untuk mengisi kekurangan daerah lain.
“Saya kira ini iklim yang baik, karena kita sudah tidak bicara ego, ini kabupaten saya atau ini kabupaten Anda, tapi kita bicara pengembangan bersama. Kalau semua daerah saling dukung, masalah-masalah cepat selesai,” kata bupati berusia 43 tahun yang sarat dengan prestasi itu.

Dia mencontohkan pengembangan sistem keuangan desa berbasis teknologi, e-village budgeting, di Banyuwangi yang telah diadopsi sejumlah daerah. Ada pula program “Bayi Lahir Procot Pulang Bawa Akta” Banyuwangi yang sistemnya dibawa ke daerah lain. Selain itu, pembenahan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Banyuwangi juga banyak diadopsi karena merupakan kabupaten pertama dan satu-satunya yang mendapat penilaian tertinggi (A) dari Kementerian PAN-RB.

Demikian pula Banyuwangi mengadopsi program yang bagus di daerah lain, katanya.

“Seperti di Lamongan, saya melihat pengembangan jagung yang cukup bagus, sinergi banyak pihak. Lamongan juga cerdas memanfaatkan kedekatan geografis dengan Surabaya untuk mendorong ekonomi lokalnya. Ya kami sepakat saling belajar,” ujar Anas.(*)

[Ant/net]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *