Khidmah Umat: Santri dan Warga Sumenep Antusias Sambut Bakti Sosial Kesehatan RSI-Pesantren

Terbit: 11 Oktober 2025 | 19:49 WIB

SUMENEP — Ribuan keberkahan terpancar dari Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aeng Dake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Sabtu (11/10/2025).

 

Dalam sebuah kolaborasi yang mencerahkan, Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget bersinergi dengan pesantren untuk menggelar Bakti Sosial Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah tak hanya sebatas lisan, tetapi juga aksi nyata yang menyentuh urat nadi kesehatan umat.

 

Sejak fajar menyingsing, wajah-wajah penuh harap dari ratusan santri dan masyarakat desa telah memadati kompleks pesantren. Antrean yang rapi dan tertib menjadi saksi bisral atas tingginya antusiasme mereka menyambut program mulia ini.

 

Pesantren: Dari Pusat Ilmu Hingga Layanan Umat

 

Wakil Ketua Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum, Dr. Kiai Zamzami Sabiq, M.Psi, mengemukakan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan dari visi pesantren sebagai “pelayan umat”.

 

“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga harus hadir sebagai pelayan umat,” ujar Kiai Zamzami. Ia menekankan bahwa nilai keislaman, yang sejatinya Rahmatan lil ‘Alamin (rahmat bagi seluruh alam), meliputi kepedulian sosial dan kesehatan masyarakat.

 

 

Pemeriksaan yang diberikan, meliputi cek tekanan darah, gula darah, hingga konsultasi medis, menjadi ikhtiar bersama untuk mendekatkan akses kesehatan bagi masyarakat pedesaan yang seringkali terabaikan. “Kami bersyukur antusiasme masyarakat dan para santri luar biasa. Ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan semakin tumbuh,” imbuhnya.

 

RSI Garam: Menjadi Lentera Kesehatan Umat

 

Di sisi lain, RSI Garam Kalianget menunjukkan komitmen kuatnya untuk berkhidmat pada masyarakat. Melalui pendekatan kolaboratif ini, mereka tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga menanamkan kesadaran tentang pentingnya deteksi dini penyakit dan pola hidup sehat.

 

Sinergi antara institusi kesehatan dan lembaga keagamaan ini menjadi model ideal dalam membangun masyarakat yang sehat lahir dan batin. Harapannya, langkah ini akan menjadi inspirasi bagi entitas lain untuk bahu-membahu dalam misi kemanusiaan.

“Kami ingin pesantren menjadi pusat kemanfaatan bagi umat bukan hanya dalam bidang ilmu, tetapi juga dalam kesehatan dan kesejahteraan,” pungkas Dr. Kiai Zamzami Sabiq. Sebuah harapan yang mengukuhkan posisi pesantren sebagai pilar utama pembangunan masyarakat yang holistik.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *