Bupati Sumenep Berharap Ada Pemikir Nasional Lahir dari Islamic Center

Terbit: 17 April 2017 | 02:36 WIB

MADURAEXPOSE.COM—Setelah melalui proses yang sangat panjang, akhirya gedung Islamic Center Sumenep yang diberi nama “Bindara Saod” akhirya diresmikan oleh Bupati Sumenep A.Busyro Karim pada akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu 15 April 2017.

Beberapa hal menarik dalam sambutannya, Bupati Busyro berpesan agar menjadi pusat informasi dan menjadi pusat kajian umat Islam. Gedung mewah yang berdiri megah di Jalan Raya Lenteng, Kecamatan Batuan, Sumenep itu memang cukup lama dirindukan masyarakat sejak peletakan batu pertama pada tahun 2012 silam.

Bupati Sumenep juga berpesan agar generasi muda bisa memanfaatkan Islamic Center Bindara Saod ini untuk kegiatan yang mengasah pada kemampuan anak muda, hingga tidak menutup kemungkinan, dari tempat inilah akan lahir pemikir Islam tingkat nasional.

Suami dari Nurfitriana ini berharap, dengan diresmikannya Islamic Center di Sumenep tersebut akan menjadi media penyambung silaturrahim dengan organisasi Islam lainnya seperti NU dan lain sebagainya.

“Kedepan kami berharap gedung Islamic Center ini betul-betul bermanfaat bagi Umat Islam. Kami juga berharap agar pihak yayasan bisa berkoordinasi denga pihak lain seperti NU,” ungkap Bupati Sumenep A. Busyro Karim.
Bupati juga berpesan, agar kehadiran Islamic Center “Bindara Saod” tidak hanya selesai bangunannya, tapi bisa benar-benar menjadi pusat kegiatan Islam di Sumenep.

Hal senada juga disampaikan Ketua Yayasan Islamic Center “Bindara Saod” Mohammad Saleh. Menurutnya, sesuai fungsinya, kehadiran Islamic Center memang akan digunakan untuk kepentingan masyarakat dalam menghidupkan kegiatan umat Islam di Sumenep. Untuk itu, pihak pengurus akan menyediakan perpustakaan berbasis komputer dan internet (IT) yang dalam hal ini akan bekerjasama dengan pihak Yaman dan Mesir.

“Islamic Center ini milik masyarakat Sumenep, jadi siapa saja bisa menggunakannya. Insya Allah akan dilengkapi dengan perpustakaan IT berupa komputer dan internet. Jadi tidak ada buku-buku”, ungkpanya.

Sekadar mengingatkan, pembangunan Islamic Center “Bindara Saod” Sumenep dibangun berdasarkan dana yang bersumber dari APBN sebesar Rp 5 milir itu memiliki lantai dua dengan luas area sekitar 1.640 meter. Fasilitas penunjang lainnya berupa ruang auditorium pusat kegiatan dengan kapasitas maksimal 2.000 orang. [Zal/Fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *