Bau Pising, Pengunjung Taman Arek Lancor Mengeluh

Terbit: 31 Maret 2017 | 13:15 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Sering diberitakan terkait curat marutnya penataan dan kurang terawatnya arek lancor,sampai saat ini masih belum ada tindak lanjut dan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan,Madura, Jawa Timur.

Sejumlah pengunjung yang sempat mengeluh dengan bau air seni tersebut dan merasa risih dengan kondisi Arek Lancor yang dibeberapa titik sering dijumpai bau pising yang sangat menyengat. Itu diduga, selain karena adanya oknum yang kencing sembarang, hal itu dipicu dengan adanya dugaan tidak maksimalkan perawatan.

Akibatnya pepohonan yang hampir punah yang berpotensi bahaya bagi para pengunjung, tertutupnya kamar mandi dan tidak berfungsinya kamar mandi sanitasi sehingga membuat pengunjung kencing di area taman dan menimbulkan bau tak sedap disaat musim hujan.

Seperti halnya yang dikatakan ibu Fitriah warga Proppo saat berkunjung bersama keluarganya,untuk mengantarkan anaknya bermain,Anaknya harus dibawa ke area taman saat mau buang air kecil, karena kondisi kamar mandi ditutup.

” Anak saya tadi terpaksa harus dibawa ke tengah taman mas, karena saya ke kamar mandi tapi ditutup dan tidak ada penjaganya, padahal saya mau bayar. Jadi terpaksa anak saya harus pipis di taman tadi”. Tegas Fitriah saat di tanya oleh reporter maduraexpose.com usai nganter anaknya.

Reporter:Luthfiadi.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Sembilan Jam Pamekasan dalam Bidikan Korsubgah KPK

Terbit: 10 April 2026 | 05:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – PAMEKASAN – Pertemuan tertutup selama sembilan jam antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati menjadi sinyal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *