Tour De Trunojoyo: Menjelajahi 5 Situs Keramat Saksi Perlawanan Mujahid Madura

Terbit: 22 Januari 2026 | 14:51 WIB

Menelusuri Jejak Sang Panembahan: Situs-Situs Bersejarah Peninggalan Trunojoyo di Madura dan Jawa

MaduraExpose.com– Perjuangan Pangeran Trunojoyo meninggalkan jejak fisik yang tersebar dari Pulau Madura hingga pedalaman Jawa Timur. Bagi Anda pecinta sejarah dan petualang, berikut adalah lokasi-lokasi yang menjadi saksi bisu keberanian sang Mujahid Madura:

1. Benteng Kalimo’ok (Sumenep, Madura)

Sebelum memindahkan pusat perlawanan ke Jawa, Trunojoyo memperkuat basis pertahanannya di Madura.

  • Signifikansi: Kawasan Kalimo’ok di Sumenep diyakini sebagai salah satu titik pertahanan awal dan tempat konsolidasi pasukan Madura sebelum melakukan ekspansi besar-besaran ke wilayah Mataram. Saat ini, sisa-sisa struktur kuno di kawasan ini sering dikaitkan dengan era perlawanan tersebut.

2. Situs Benteng Kediri (Selomangleng, Kediri)

Setelah berhasil menduduki Plered, Trunojoyo memindahkan pusat pemerintahannya ke Kediri dan memproklamirkan diri sebagai Panembahan Maduretno.

  • Signifikansi: Di lereng Gunung Klotok, terdapat sisa-sisa pertahanan yang dikenal sebagai lokasi gerilya Trunojoyo. Kediri menjadi “Ibu Kota” perlawanan di mana Trunojoyo membangun keraton baru yang sempat membuat VOC kewalahan sebelum akhirnya jatuh pada tahun 1678 melalui serangan besar-besaran Cornelis Speelman.

3. Situs Payak (Bantul, Yogyakarta)

Lokasi ini memiliki nilai sejarah yang sangat melankolis karena merupakan tempat tertangkapnya Pangeran Trunojoyo.

  • Signifikansi: Di wilayah ini, Trunojoyo yang telah terkepung dan dalam kondisi lemah akibat gerilya panjang, akhirnya menyerah kepada Kapitan Jonker (pasukan bantuan VOC). Penangkapan ini menandai berakhirnya supremasi militer Madura di tanah Jawa.

4. Makam Para Bangsawan di Arosbaya (Bangkalan, Madura)

Meskipun jasad Trunojoyo diperlakukan secara kejam oleh Amangkurat II pasca-eksekusi di Payak, garis keturunan dan semangatnya tetap bermuara di Bangkalan.

  • Signifikansi: Kompleks pemakaman Arosbaya adalah tempat bersemayamnya para leluhur Trunojoyo (Dinasti Cakraningrat). Mengunjungi tempat ini memberikan gambaran tentang akar kebangsawanan Trunojoyo yang memiliki tradisi ksatria yang sangat kuat dalam melawan dominasi luar.

5. Universitas Trunojoyo Madura (Bangkalan – Monumen Modern)

Meski bukan situs kuno, kampus ini adalah “monumen hidup” terbesar yang didedikasikan untuk menghormati namanya.

  • Signifikansi: Terdapat patung Pangeran Trunojoyo yang gagah menunggang kuda. Lokasi ini sering menjadi titik tolak diskusi intelektual mengenai sejarah Madura dan menjadi pengingat bagi generasi muda akan jati diri mereka sebagai pemberontak terhadap ketidakadilan.

Baca Juga:

Trunojoyo: Mujahid Madura yang Mengguncang Takhta Mataram dan Melawan Hegemoni VOC

“Menurut Anda, manakah peninggalan Trunojoyo yang paling ikonik di desa Anda?”

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

RAHASIA TANEROS

Terbit: 29 Maret 2026 | 18:17 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Di balik deburan ombak Pesisir Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, tersimpan sebuah rahasia geografis yang jarang disadari publik. Pantai Taneros (atau…

Memoles Tuah Janur di Pantai Lombang

Terbit: 27 Maret 2026 | 21:28 WIB SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam mentransformasi tradisi lokal menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah. Melalui penyelenggaraan Festival Ketupat 2026 di Pantai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *