Gus Sholah Ingin Pesantren tak Kalah dengan Sekolah Umum

Terbit: 10 Maret 2017 | 12:14 WIB

MADURAEXPOSE.COM– Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid menginginkan agar pesantren bisa lebih maju dan tidak kalah dengan sekolah umum lainnya.

“Kita semua tahu, pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Saya ingin mengajak kalangan pesantren untuk mengoptimalkan fungsi dan peran pesantren di Indonesia,” kata Gus Sholah, sapaan akrab KH Sholahudin Wahid di Jombang, Kamis (9/3).

Ia mengatakan, minat orang tua mengirimkan anaknya belajar ke pondok pesantren saat ini cenderung meningkat. Ia menilai hal ini merupakan perkembangan cukup bagus untuk pendidikan di Indonesia.

Pihaknya dengan sejumlah kolega sesama pengasuh pondok pesantren, cendekiawan lintas profesi, serta sejumlah pengusaha juga mendirikan yayasan penguatan peran pesantren Indonesia (YP3I). Rencananya, yayasan itu akan diresmikan di Pesantren Tebuireng pada 18 Maret 2017.

Gus Sholah juga mengatakan, dalam yayasan itu ada banyak agenda yang akan dilakukan, misalnya mengadakan pelatihan-pelatihan terhadap guru. Dengan demikian, para guru akan mendapatkan bekal mengajar, sehingga dalam mengajar pun diharapkan lebih optimal.

Ia juga berharap dengan kehadiran lembaga itu bisa mendorong pemerintah serta sektor swasta untuk lebih peduli pada pesantren. Ia menginginkan ke depannya akan banyak santri yang juga menjadi wirausaha.

“Problem utama pesantren salah satunya terletak pada guru. Ke depan, kami juga bermimpi bisa mencetak wirausahawan-wirausahawan yang lahir dari pesantren,” ujarnya.

Gus Sholah juga berharap, tidak lagi ada persepsi di masyarakat terkait dengan keberadaan pondok pesantren. Ia ingin agar ke depan pesantren juga lebih maju, salah satunya yang berada di luar Pulau Jawa.

“Jumlah pesantren di luar Jawa juga masih jauh di bawah (jumlah) yang seharusnya. Kami ingin memajukan pesantren-pesantren di luar Jawa,” katanya.

Sementara itu, salah satu pengurus YP3I KH Imam Mawardi mengatakan dalam mengoptimalkan program dari YP3I, pihaknya sudah meminta agar Gus Sholah menjadi Ketua Dewan Pembina YP3I. “Kami berharap, di bawah bimbingan beliau, pesantren dapat menjadi garda terdepan pembangunan bangsa,” ujarnya.

Mawardi menambahkan, YP3I akan mengayomi seluruh pesantren dari berbagai mazhab yang masih berhaluan “Ahlussunnah wal jamaah”. Untuk pengurus, juga terdapat dari berbagai pondok pesantren di Indonesia.

[ROL]

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *