Duel Maut di Langit Sumenep

Terbit: 10 Agustus 2025 | 23:35 WIB

Sumenep, Madura Expose- Di bawah matahari yang terik, ratusan pasang mata tegang memusat ke angkasa. Festival Lomba Layangan Adu Putus Bupati Cup II 2025 telah dimulai. Suara gemuruh sorak-sorai dan aba-aba tajam menusuk udara, mengiringi 256 petarung dari Rubaru, Pasongsongan, hingga Kalianget yang memegang erat kendali atas takdir layangan kebanggaan mereka.

Ini bukan sekadar permainan. Setiap benang, dilapis gelasan yang setajam silet, adalah senjata. Setiap kibasan angin adalah ancaman. Setiap tarikan adalah strategi untuk mengubur asa lawan. Layangan-layangan itu meliuk, menukik, lalu saling menggesek dalam duel maut yang mematikan.

Di pinggir lapangan, perwakilan pemerintah—Kepala Disbudporapar Mohammad Iksan, Kapten CZI Acep Kusnadi, dan Ipda Abuhairi—menyaksikan pertarungan yang mendebarkan ini. Iksan menegaskan, “Ini adalah perekat ikatan sosial,” namun di lapangan, ikatan itu diuji oleh ketegangan yang tak terperi.

Saat satu benang menyerah, kekalahan terpampang nyata. Layangan yang malang itu putus dan melayang tak terkendali, bagai bangkai pesawat tanpa pilot. Seketika, anak-anak kecil bergegas memburunya, sebuah tradisi tak tertulis yang menambah hiruk-pikuk di tengah arena.

Pertarungan sengit itu akhirnya mereda. Panitia mengumumkan para juara yang berhasil bertahan dalam pertempuran udara ini:

Juara 1: Bangsat (Imam)

Juara 2: Lebay Karat (Wahyu)

Juara 3: Dongnyi (Candra)

Juara 4: Bung Karno (Anton)

Bagi Mohammad Iksan, kompetisi ini adalah cermin kreativitas, sportivitas, dan kebersamaan masyarakat. Namun bagi para peserta, ini adalah sebuah ritual yang menguji nyali dan keahlian, sebuah warisan yang menghidupkan napas tradisi melalui ketegangan dan kemenangan. Festival ini ditutup dengan penyerahan hadiah, mengukuhkan kembali bahwa di Sumenep, duel di angkasa adalah cara untuk merayakan budaya.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

RAHASIA TANEROS

Terbit: 29 Maret 2026 | 18:17 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Di balik deburan ombak Pesisir Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, tersimpan sebuah rahasia geografis yang jarang disadari publik. Pantai Taneros (atau…

Memoles Tuah Janur di Pantai Lombang

Terbit: 27 Maret 2026 | 21:28 WIB SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam mentransformasi tradisi lokal menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah. Melalui penyelenggaraan Festival Ketupat 2026 di Pantai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *