Menelusuri Jejak Kejayaan Sumenep di Kota Tua Kalianget

Terbit: 12 Agustus 2025 | 20:15 WIB

Sumenep, Madura Expose – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar prosesi pelantikan Arya Wiraraja sebagai Adipati pertama Sumenep. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasa diselenggarakan di wilayah Kecamatan Kota, kali ini acara kolosal tersebut dilaksanakan di Kota Tua, Kecamatan Kalianget. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, melainkan sebuah upaya untuk menghidupkan kembali memori kejayaan masa lalu Sumenep.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menjelaskan bahwa Kalianget dipilih secara khusus karena memiliki nilai historis yang luar biasa. “Kami sengaja melangsungkan prosesi ini di Kecamatan Kalianget karena kecamatan ini dalam catatan sejarah merupakan satu-satunya kota berkonsep modern di Madura,” ujar Bupati Fauzi.

Sejarah mencatat, Kalianget telah menjadi pusat peradaban yang maju sejak era VOC. Kota ini memiliki infrastruktur dan penataan kota yang jauh lebih modern dan terstruktur dibandingkan daerah lain di Madura pada masanya. Berbagai peninggalan bersejarah yang masih kokoh berdiri hingga saat ini menjadi bukti nyata keunggulan tersebut.

 

Saksi Bisu Kejayaan di Kota Tua Kalianget

 

Peninggalan-peninggalan sejarah di Kalianget menjadi saksi bisu perjalanan panjang Sumenep. Di antaranya adalah:

  • Pelabuhan Tua: Jantung aktivitas ekonomi maritim yang menghubungkan Sumenep dengan dunia luar.
  • Benteng Loji Kantang dan Benteng Kalimo’ok: Dibangun sejak tahun 1705 Masehi oleh VOC, benteng-benteng ini berfungsi sebagai pertahanan sekaligus simbol kekuasaan.
  • Pos Jaga Kuno: Bangunan bergaya arsitektur Eropa dan Belanda yang menunjukkan pengaruh kolonial yang kuat.
  • Gedung Pembangkit Listrik: Didirikan pada tahun 1914 dengan arsitektur yang menawan, menjadi bukti bahwa Kalianget telah mengenal modernisasi energi.
  • Lokomotif dan Lori: Sarana transportasi yang dahulu digunakan untuk mengangkut garam dari ladang-ladang garam, menyoroti pentingnya industri garam bagi perekonomian lokal.
  • Cerobong Pabrik: Sisa-sisa industri yang pernah jaya di kawasan ini.

Melalui pagelaran drama kolosal di tengah peninggalan bersejarah ini, Bupati Fauzi berharap masyarakat, terutama generasi muda, dapat kembali terhubung dengan akar sejarah mereka. “Semoga dengan digelarnya acara prosesi Arya Wiraraja ini di Kecamatan Kalianget, sejarah kejayaan daerah akan tetap dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi saat ini dan yang akan datang,” harapnya.

Acara yang disaksikan oleh ribuan masyarakat ini tidak hanya menampilkan drama kolosal, tetapi juga kirab budaya dan berbagai pertunjukan seni lain seperti tari kreasi, topeng dalang, tari juwak, pawai tujuh kereta kencana, jaran serek, dan tongtong serek. Semua elemen ini disatukan untuk mengingatkan kembali betapa kaya dan luhurnya warisan budaya serta sejarah Sumenep. [*]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *