Tak Terima Dituding Gagal, Ini Jawaban Kepala Disperta

Terbit: 24 September 2014 | 18:40 WIB

Sumenep (MaduraExpose.com)- Aksi tunggal yang dilancarkan mahasiswa Sumenep yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAMS) rupanya membuat Kepala Dinas Pertanian setempat kebakran jenggot.

Dalam orasinya Fahmi aktivis FAMS sambil memanjati pagar depan gedung DPRD Sumenep meneriaki anggota dan dewan dan kepala Dinas Pertanian setempat agar tidak hanya berdiam diri menyikapi makin menyusutnya lahan pertanian yang sudah berganti menjadi perumahan mewah kalangan pengusaha.

Dalam orasinya, termasuk sesi wawancara denagn pihak MaduraExpose.com, pendemo tunggal itu ‘menyerang’ Kepal Disperta telah dianggap gagal karena tidak bisa mempertahankan lahan pertanian.

“Kalau lahan pertanian terus berkurang dan berganti menjadi perumahan, bagaimana dengan nasib anak cucu kita kelak. Ini menunjukkan kepala Dinas Pertanian gagal. Saya minta anggota dewan segera mengambil langkah terhadap seluruh dinas terkait”, terangnya, Rabu (24/9/2014) pagi.

Sementara Bambang Heryanto, dikonfirmasi MaduraExpose.com mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi sebelumnya.

“Dinas sudah antisipasi denga program cetak sawah baru seluas 300 hektare di Kecamatan Arjasa dan Kecamatan Kangayan pada tahun 2013”, tepisnya melalui pesan yang dikirim kepada MaduraExpose.com
(fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *