Selamatkan Parlemen, FPM Tantang Nyali PKB Copot Ketua DPRD Sumenep

Terbit: 12 Januari 2017 | 10:40 WIB

Jakarta (Madura Expose) – Ketua Umum Front Pemuda Madura (FPM), Asep Irama mendesak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) segera mencopot Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Herman Dali Kusuma.

Desakan ini menurut Asep, Herman Dali Kusuma disinyalir gagal dalam meningkatkan prestasi kerja para anggota dewan di Parlemen.

Asep merinci ada tiga alasan pokok PKB sebagai partai pengusung harus segera mencopot Herman Dali Kusuma sebagai Ketua DPRD.

“Pertama, sangat banyak ‘dosa’ Herman Dali Kusuma selama memimpin Parlemen yang tidak bisa ditoleransi oleh publik. Buktinya Herman gagal mendorong percepatan pembahasan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) antara eksekutif dengan legislatif.”

“Sehingga penetapan RAPBD tahun 2017 menjadi molor, dan Pemkab Sumenep mendapatkan sanksi dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri),” kata Asep di Jakarta, Kamis (12/01/2017).

Hal tersebut terjadi lantaran Herman Dali Kusuma disinyalir tidak memiliki karakter kepemimpinan yang dapat meredam ego politik setiap anggota dewan.

“Herman Dali Kusuma tidak punya skema manajemen konflik yang baik untuk meredam arogansi para anggota dewan, dalam setiap pengambilan keputusan yang bersifat strategis.”

“Akibatnya beberapa fungsi kedewanan seperti pengawasan, legislasi dan anggaran gagal dilaksanakan dengan baik,” tegas pemuda dari salah satu kepulauan di Kabupaten Sumenep ini.

Kedua, sering dijumpai pernyataan Herman Dali Kusuma dalam posisinya sebagai Ketua DPRD, lanjut Asep, yang sering meresahkan publik.

Asep mencontohkan, Herman Dali Kusuma justru menganggap lambatnya pengesahan RAPBD tahun 2017 sebagai romantika politik yang biasa terjadi.

“Bahkan dalam menyikapi aksi demonstrasi masyarakat ketika memprotes lemahnya kinerja anggota dewan, Herman Dali Kusuma selalu menyampaikan bahwa publik harus mengawal kinerja anggota DPRD dari hulu sampai hilir.”

“Tapi pada kenyataannya kalau dicermati, prestasi dan kinerja anggota dewan justru tidak terlalu baik,” terang Asep.
Ketiga, Herman Dali Kusuma tidak mampu menjaga martabat dan kehormatan lembaga legislatif. Pasalnya di bawah pimpinan dia, banyak terjadi aksi premanisme di Parlemen.

Sebagai misal kata Asep, aksi saling pukul antar sesama anggota dewan, sampai kisruh perubahan mitra kerja pada beberapa komisi yang mengakibatkan anggota DPRD menantang duel pimpinan.

“Idealnya prestasi buruk Herman Dali Kusuma harus dievaluasi oleh PKB. Sehingga hasil evaluasi dapat digunakan sebagai dasar untuk mencopot Ketua DPRD,” pinta Asep.

Oleh karena itu, Asep menantang nyali PKB untuk segera mengganti Herman Dali Kusuma sebagai Ketua DPRD.“Kalau berani, berarti PKB telah melakukan langkah besar untuk menyelamatkan Parlemen,” demikian tegas Asep.[gml/Red]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *