Siapa Saini Tersangka Narkoba Yang Kabur dari Tahanan Polsek Sapeken?

Terbit: 12 Januari 2017 | 08:17 WIB

MADURAEXPOSE.COM– Kaburnya dua tersangka kasus narkoba jenis sabu-sabu dari ruang tahanan Polsek Sapeken, Sumenep beberapa waktu lalu, hingga saat ini masih menimbulkan tanda tanya besar dari banyak kalangan. Pasalnya, kasus narkoba, seperti disampaikan Direktur P2NOT, Zamrud Khan meurpakan kejahatan besar yang tak kalah dengan terorisme.

Saini beserta satu rekannya, tertangkap aparat kepolisian pada tanggal 30 Desember 2016 lalu dan sempat dilakukan penahanan di ruang Mapolsek Sapeken, namun tiba-tiba diluar dugaan para budak narkoba itu kabur dengan membuka gembok tahanan.

Menurut Haitami, Ketua PAC BaraJP Sapeken, kaburnya para tersangka kasus narkoba itu sekitar pukul 04-05 dini, pada tanggal 31 Desember 2016.

Siapa sebenarnya Saini, tersangka kasus sabu-sabu yang berhasil lolos dari pengawasan Polsek Sapeken hingga detik ini belum berhasil dibekuk kembali oleh aparat kepolisian? Sejumlah sumber dari masyarakat di Sapeken, Saini dikenal seorang pengusaha sukses dan paling kaya di desanya.

“Bahkan sebelum orang kepulauan di Sapeken mengenal alat telekomunikasi seperti telpon ataupun ponsel, hanya pak Saini yang punya telpon waktu itu. Jadi orang-orang desa mayoritas numpang nelpon di sana,”ujar salah satu warga Sapeken yang enggan disebutkan identitasnya kepada Maduraexpose.com.

Kaburnya Saini cs dari ruang tahanan Polsek Sapeken ini sempat membuat geger warga Sumenep, apalagi pengejaran petugas gabungan Polsek Sapeken dan Polres Sumenep terhadap tersangka belum berhasil menyeret kembal para tersangka keruang tahanan.

Hal itu mendapat reaksi keras dari Direktur P2NOT, Zamrud Khan yang sebelumnya menilai, kaburnya dua tahanan narkoba itu merupakan kelalaian dari petugas kepolisian.

“Kejahatan Narkoba Itu Extraordinary Crime tak kalah dari terorisme. Harusnya pengawasannya dilakukan super ektra. Saya melihat, kaburnya dua tahanan itu kelalaian dari pihak kepolisian. Polres harus menindak tegas jajarannya.” ujarnya kepada Maduraexpose.com.

Terbaru, Kapolres Sumenep (versi wartawan) sangat tertampar dengan kaburnya dua tahanan Polsek Sapeken, saking marahnya, Kapolres sampai mengintruksikan semua anggotanya menembak mati para gembong narkoba, yang kerap memasok barang terlarang itu kepada masyarakat.

”Jika menemukan gembong narkoba, jangan tanggung-tanggung tembak langsung ditempat. Tapi jangan cuma tembak kaki ataupun dada, melainkan tembak langsung kepalanya,” kata Kapolres Sumenep, AKBP H Joseph Ananta Pinora kepada awak media pada awal pekan kemarin. [J88/Ferry/dbs/Tim]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *