Datangi KPK, Jaringan ’98 Sumsel Desak Tuntaskan Kasus Bansos

Terbit: 16 Desember 2016 | 00:36 WIB

MADURAEXPOSE.COM,JAKARTA – Jaringan ’98 Sumatera Selatan (Sumsel) memenuhi janji mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, guna mengadukan dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) dan hibah yang terjadi saat Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Sumsel dijabat oleh Apriyadi.

“Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2014, ditemukan ada penyimpangan dana bansos dan hibah sebesar Rp. 821 miliar yang belum dipertanggungjawabkan dari total anggaran Rp. 2,1 triliun. Diduga mantan Kepala Dinas Sosial Apriyadi, ikut terlibat dalam dugaan penyelewengan tersebut, yang ironisnya kini malahan dipromosikan menjabat Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda) Musi Banyuasin,” ujar Jurubicara Aksi Jaringan ’98 Sumsel, Sukma Hidayat kepada media, Kamis (15/12/2016).

Dalam orasi di Gedung KPK lama di Kuningan, Jakarta Selatan, delegasi yang dipimpin Miftahul Firdaus, dengan mengenakan tanjak, ikat kepala ciri khas Sumsel, membentangkan spanduk bertuliskan “Usut Tuntas Bansos Sumsel” serta melakukan pengaduan tertulis kepada Bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK oleh Sukma Hidayat dan Rudi Gustaman. Jaringan ’98 kemudian melakukan happening art menyerahkan pempek Palembang dan sebuah bola di atas nampan sebagai bentuk desakan kepada KPK yang diterima langsung oleh bagian humas dengan didampingi beberapa perwira Polri.

“Pempek Palembang dan sebuah bola kami berikan sebagai simbolisasi agar KPK memiliki tenaga kuat serta lincah jemput bola ambil alih proses hukum kasus bansos dan hibah yang lamban dan kurang transparan di Kejaksaan Agung hingga bertahun-tahun. KPK juga harus berkoordinasi dengan Mendagri agar mengevaluasi pengangkatan dan pelantikan Apriyadi sebagai Plt. Sekda Muba, yang jelas sangat bertentangan dengan prinsip pemerintahan yang baik dan bersih di era Presiden Joko Widodo. Ayo KPK bergerak jangan tebang pilih demi memenuhi rasa keadilan masyarakat Sumsel!” seru Sukma Hidayat.

Pasca aksi, Jaringan ’98 Sumsel melakukan konsolidasi dengan Jurubicara Jaringan ’98 Nasional Ricky Tamba, sebelum bergegas kembali ke Kota Palembang guna mempersiapkan aksi lanjutan. “Selamat jalan teman-teman. Salam hormat untuk keluarga kita di Sumsel. Berpisah kita berjuang, bersatu kita memukul!” pesan Ricky saat berpisah.[*]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

KPK “Ubek-ubek” Gurita Cukai: Tiga Bos Rokok Terseret Pusaran Korupsi Bea Cukai!

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan update penindakan kasus korupsi bea cukai yang melibatkan pengusaha rokok.

Mahfud MD ‘Sentil’ KPK Soal UU Tahanan Rumah YCQ

Terbit: 29 Maret 2026 | 05:33 WIB “Diskursus mengenai rasa keadilan publik kembali terusik. Prof. Mahfud MD, tokoh nasional sekaligus pakar hukum asal Madura, melontarkan kritik retoris yang menohok nalar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *