Kisah Elyzia Mulachela Mainkan Peran Jadi Cewek Madura

Terbit: 11 Desember 2016 | 19:46 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Kepiawaiannya beradu akting dan handal mendalami peran, membuat Elyzia Mulachela kembali dipercaya bermain film dengan memerankan gadis dengan dialeg daerah. Setelah sukses memerankan gadis Bali dalam film Perahu Kertas, kini Elyzia dipercaya memerankan gadis Madura.

Peran Elyzia sebagai gadis Madura harus dilakukannya dengan pendalaman ekstra dalam film terbarunya yang tanggal 10 November 2014 [saat itu,Red] akan dimulai proses syutingnya. Elyzia akan memerankan tokoh Wibi dalam film Catatan Akhir Kuliah.

Elyzia membagikan ceritanya kepada Liputan6.com seputar pendalaman perannya sebagai gadis Madura. Meski Elyzia tidak sampai ke pulau Madura, namun dirinya mengaku memiliki kiat khusus untuk perdalam perannya.

“Hehehe nggak kok nggak sampai ke Madura. Paling cuma tanya-tanya sama teman aku yang dari atau keturunan Madura saja. Lebih ke masalah dialeg atau logatnya begitu sih,” ungkap Elyzia.

Bukan hanya itu, cewek berusia 19 tahun tersebut juga menjalani pelatihan khusus ketika mendalami naskah yang didapatnya. Hal itu yang membuat kini dirinya lebih siap dan matang untuk memerankan gadis Madura.

“Ada coaching segala kok. Dan tentu coachnya itu udah ngerti juga mesti bagaimana mengajarkan logat dan gerak-geriknya. Dan sekarang aku sudah ngerti, tinggal menunggu syutingnya saja,” tutur Elyzia seraya tertawa.[*]

================================================

[LP6]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Lebaran dr. Tifa: Antara Langkah Sunyi, Luka yang Sakral, dan Kemenangan Hati

Terbit: 19 Maret 2026 | 20:10 WIB SUMENEP – Di tengah gempita perayaan Idul Fitri 1447 H, sebuah pesan kontemplatif datang dari sosok intelektual dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa). Melalui…

Mudik 2026: Komisi VI DPR RI Soroti Kegagalan Mitigasi BUMN Karya di Jalur Krusial

Terbit: 17 Maret 2026 | 23:21 WIB JAKARTA – Arus mudik Lebaran 2026 yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan nasional, kini berubah menjadi ujian kesabaran bagi jutaan masyarakat. Kendala klasik berupa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *