Sumenep ‘Waspada’ Makan Gratis: Jurus ‘Cek & Ricek’ Moh Iksan Agar Siswa Tak Jadi Korban!

Terbit: 13 Maret 2026 | 16:00 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep kini memasuki fase pengawasan ketat pasca munculnya dinamika “Juara Nasional Suspend” di wilayah Jawa Timur. Dalam perspektif administrasi pendidikan publik, fungsi kontrol sekolah menjadi garda terdepan dalam memitigasi risiko kesehatan siswa yang bersumber dari distribusi logistik pangan massal.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Dihantam Isu Keracunan, Ketua Banggar DPR Ajukan Tiga Alternatif

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Moh Iksan, secara tegas menganjurkan seluruh otoritas sekolah untuk melakukan verifikasi faktual terhadap setiap menu MBG sebelum didistribusikan kepada peserta didik. Menurut Iksan, sekolah memegang peranan vital dalam memastikan kualitas organoleptik makanan—mulai dari tampilan, aroma, hingga aspek higienitas—guna menghindari konsumsi pangan yang tidak layak.

“Sebelum menerima, pihak sekolah wajib melakukan cek and ricek secara mendalam untuk memastikan apakah makanan ini benar-benar layak dikonsumsi atau tidak,” ujar Iksan dalam keterangannya kepada media di Sumenep, Jumat (13/3/2026). Ia menekankan bahwa langkah ini bukan bermaksud birokratis atau mempersulit program, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan pemenuhan gizi siswa tercapai tanpa menimbulkan persoalan kesehatan baru.

Baca Juga: Jawa Timur “Juara” Suspend BGN: 788 Satuan Gizi Berhenti Operasi, Ada Apa?

Iksan menambahkan bahwa pengecekan secara visual dan sensorik merupakan prosedur standar yang cukup efektif untuk mendeteksi dini kelayakan pangan sebelum sampai ke tangan anak-anak. Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi makanan yang tidak layak, Disdik menginstruksikan sekolah untuk tidak membagikannya dan segera melakukan koordinasi serta pertimbangan pengembalian kepada pihak penyedia atau penanggung jawab MBG.

“Jika makanan tersebut memang tidak bisa dikonsumsi, sekolah harus segera mempertimbangkan untuk mengembalikannya kepada penyedia,” jelas Iksan lebih lanjut. Langkah preventif ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara sekolah, penyedia, dan pemangku kepentingan lainnya demi menjamin keberlangsungan program MBG yang sehat, akuntabel, dan tepat sasaran di ujung timur Pulau Madura.

Baca Juga: Rudal Inggris ‘Mampir’ di Rusia, Mojtaba Khamenei Kirim ‘Surat Cinta’ untuk Trump!

Editorial Note: Pengawasan program strategis nasional di tingkat daerah memerlukan ketelitian administratif dan keberanian dalam mengambil keputusan preventif. MaduraExpose.com melihat langkah proaktif Disdik Sumenep sebagai bentuk nyata dari tata kelola pendidikan yang mengutamakan keselamatan publik. Kami terus mengawal setiap kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan generasi masa depan di wilayah Madura dan sekitarnya.

Ferry Arbania Executive Editor, Madura Expose Global Media

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *