Krisis Stabilitas Lahan: Menelisik Penyebab dan Dampak Tanah Bergerak di Pamekasan

Terbit: 26 Januari 2026 | 13:21 WIB

MaduraExpose.com – Fenomena tanah bergerak kembali mengancam wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Setelah sebelumnya melanda Desa Sana Daya, peristiwa serupa kini dilaporkan meluas hingga ke Desa Waru Timur, Kecamatan Waru. Kejadian ini menimbulkan kerugian materiil dan kecemasan bagi warga yang bermukim di zona rawan.

Dampak Kerusakan Bangunan

Pergerakan tanah yang terjadi di Dusun Du’umam, Desa Waru Timur, dilaporkan berdampak langsung pada aset properti warga. Kapolsek Waru AKP Zainulloh menyampaikan bahwa akibat kejadian itu, dua rumah warga, satu musala, serta satu dapur mengalami kerusakan. Beruntung, tingkat kerusakan terpantau tidak tergolong parah sehingga bangunan dinilai masih aman untuk ditempati oleh pemiliknya.

Analisis Penyebab: Faktor Alam dan Vegetasi

Secara teknis, pergerakan tanah di kawasan Pamekasan utara ini dipicu oleh akumulasi beberapa faktor alamiah dan kurangnya penopang alami pada struktur tanah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan Achmad Zainullah mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Pamekasan memang tergolong rawan longsor dan pergerakan tanah. Fenomena itu umumnya dipicu oleh tingginya curah hujan yang tidak diimbangi dengan kondisi tanah yang stabil.

Lebih lanjut, faktor ketiadaan vegetasi pengikat tanah menjadi faktor krusial. Di beberapa titik, tebing tidak ditopang oleh akar pohon yang kuat sehingga memicu pergerakan tanah hingga berpotensi longsor. Penyerapan air hujan yang berlebih tanpa adanya cengkeraman akar pohon membuat lapisan tanah jenuh dan mudah bergeser mengikuti gravitasi.

Langkah Mitigasi dan Edukasi

Menyikapi fenomena yang berulang ini, pemerintah daerah melalui BPBD terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan. Warga diimbau agar lebih memperhatikan struktur tanah sebelum melakukan pembangunan fisik untuk menghindari risiko kerugian yang lebih besar di masa depan.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Sembilan Jam Pamekasan dalam Bidikan Korsubgah KPK

Terbit: 10 April 2026 | 05:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – PAMEKASAN – Pertemuan tertutup selama sembilan jam antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati menjadi sinyal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *