PAMEKASAN, MaduraExpose.com – Pagi yang semestinya riuh dengan langkah kaki anak-anak sekolah menuju kelas, berubah menjadi perjuangan fisik yang bertaruh nyawa. Bencana tanah longsor susulan kembali menghantam Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, pada Selasa (27/1/2026).
Material tanah dan bongkahan batu besar menutup akses utama desa, memaksa warga mengambil tindakan ekstrem demi keselamatan generasi penerus mereka.
Perjuangan Siswa: Digendong Melintasi Jalur Maut
Kondisi medan yang licin, berlumpur, dan labil membuat jalur tersebut mustahil dilalui kendaraan, bahkan sangat berbahaya bagi pejalan kaki anak-anak. Pantauan di lapangan menunjukkan momen mengharukan sekaligus memprihatinkan: para orang tua dan warga dewasa terpaksa menggendong siswa sekolah untuk melintasi gundukan tanah longsor.
“Keamanan anak-anak adalah prioritas. Kami tidak ingin mereka tergelincir atau terjebak material yang masih labil,” ujar salah seorang warga yang ikut membantu evakuasi mandiri di lokasi.
Sambil menunggu alat berat, warga setempat bahu-membahu menggunakan peralatan seadanya untuk membuka celah jalan agar aktivitas ekonomi dan pendidikan tidak lumpuh total.
BPBD Pamekasan: Infrastruktur Ambles di Dua Titik
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mengonfirmasi bahwa ini adalah insiden kedua dalam bulan yang sama. Sebelumnya, lokasi yang sama juga diterjang longsor pada Kamis, 15 Januari 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan, Achmad Zainullah, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari pemerintah desa dan segera melakukan asessemen di lapangan.
“Kami sudah berkoordinasi intensif. Meski dipastikan tidak ada korban jiwa, namun kerusakan infrastruktur kali ini cukup signifikan. Selain tertimbun material lereng, struktur jalan dilaporkan ambles di dua titik berbeda,” jelas Zainullah pada Rabu (28/1/2026).
Imbauan Waspada Longsor Susulan
Tingginya intensitas hujan di wilayah Pasean menjadi pemicu utama rapuhnya lereng bukit di wilayah Dusun Laok Gunung. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras turun dalam durasi lama, mengingat potensi longsor susulan masih sangat tinggi akibat kondisi tanah yang sudah jenuh air.
Editor/Red: Ferry Arbania









