UPDATE TERKINI: 435 Bangunan Rusak Akibat Gempa Sumenep, Bantuan Stimulan Rehabilitasi Rumah Segera Disiapkan

Terbit: 5 Oktober 2025 | 19:21 WIB

SUMENEP – Dampak kerusakan akibat gempa bumi yang melanda wilayah Sumenep, Madura, terus bertambah signifikan. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep hingga Sabtu (4/10/2025), total 435 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.

 

 

Kerusakan masif ini mencakup rumah warga, fasilitas ibadah (masjid dan musala), Puskesmas, Polindes, hingga gedung sekolah di berbagai lokasi terdampak.

 

 

“Data kerusakan bangunan ini adalah hasil verifikasi lapangan atau pendataan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) yang berkoordinasi langsung dengan para camat di wilayah terdampak,” jelas Kepala BPBD Sumenep, Ahmad Laily Maulidi.

 

Rincian Kerusakan Berdasarkan Kategori

 

Data sementara menunjukkan bahwa kerusakan paling dominan terjadi pada sektor hunian dan fasilitas ibadah, dengan rincian sebagai berikut:

Kategori BangunanRusak RinganRusak SedangRusak BeratRusak Sangat BeratTotal
Rumah Warga139 unit150 unit100 unit10 unit399 unit
Masjid & Musala13 unit9 unit4 unit026 unit
Gedung Sekolah4 unit2 unit2 unit08 unit
Fasilitas Umum (Puskesmas/Polindes)(Mengalami Kerusakan Ringan)2 unit
TOTAL KESELURUHAN156+161+106+10435 Bangunan

 

*Catatan: Data fasilitas umum (Puskesmas/Polindes) dilaporkan mengalami kerusakan ringan, sehingga total di kolom kerusakan ringan lebih tinggi dari jumlah yang terinci.

Laily menegaskan bahwa angka ini bersifat sementara. Tim di lapangan akan terus memperbarui data di berbagai lokasi yang terdampak gempa untuk memastikan seluruh kerusakan terverifikasi secara akurat.

 

Fokus Pemantauan dan Rencana Bantuan

 

BPBD Sumenep bersama unsur terkait saat ini tengah mengintensifkan pemantauan dan proses asesmen (penilaian) di wilayah terdampak.

 

“Kami juga melakukan asesmen untuk menentukan langkah selanjutnya. Prioritas kami adalah menentukan bantuan stimulan berupa rehabilitasi rumah korban yang akan segera disalurkan,” ungkap Laily.

 

Langkah asesmen ini penting dilakukan untuk menentukan skala kerusakan (berat, sedang, atau ringan) yang akan menjadi dasar penentuan besaran bantuan stimulan bagi korban gempa.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *