Buku Paket Berisi Ajaran Radikalisme Siap Ditarik

Terbit: 22 Januari 2016 | 08:42 WIB

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Kapuskurbuk) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tjipto Sumadi mengatakan institusinya bakal menarik buku paket pelajaran pra-sekolah dasar dengan isi yang bisa disebut mengandung ajaran ‘’radikalisme yang membahayakan”.

‘’Kami akan berkoordinasi dengan lembaga terkait, misalnya dengan pihak intelijen, agar buku tersebut dapat ditarik dari peredaran,” ujar Tjipto di Jakarta, Rabu (20/1).

Menurut Tjipto, tidak ada kewajiban anak pra-sekolah untuk membaca. Selain itu, diyakini buku bermasalah itu tidak melalui prosedur yang ditentukan Kemdikbud.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (DPP GP Ansor) Benny Ramdani menemukan buku bermuatan radikalisme itu digunakan di sejumlah taman kanak-kanak (TK), di antaranya di Kota Depok, Jawa Barat.

Buku paket pelajaran tersebut berjudul Anak Islam Suka Membaca jilid satu, dua, tiga, empat, dan lima. Dalam buku-buku itu didapati susunan kata-kata yang mengandung ajaran radikalisme dan dinilai membahayakan.

Sebutlah pada jilid lima terdapat kata-kata sa-hid-di-me-dan ji-had serta se-le-sai ra-ih ban-tai ki-yai. Pada jilid empat didapati kata-kata mu-na-fik, bom, dan ha-ti-ha-ti-man-haj-ba-til.

Sedangkan pada judul jilid tiga, kata Benny, didapati banyak kata mengandung ajaran radikalisme, seperti ge-ga-na-a-da di-ma-na, re-la ma-ti-de-mi a-ga-ma, ki-ta se-mu-a be-la a-ga-ma, ba-zo-ka di-ba-wa-la-ri, dan ha-ti-ha-ti zo-na ba-ha-ya.

[Harnas]

  • Avatar

    administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Laga Panas Pengadaan Buku: Sahnan MP3S Siapkan ‘Tiket’, Haji Iksan Pasang ‘Gembok’ SIPLAH!

    Terbit: 2 Maret 2026 | 02:31 WIB SUMENEP – Awal pekan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep mendadak “gerah”. Bukan karena suhu udara, melainkan karena mencuatnya tensi tinggi antara aktivis pengawas…

    Bisnis Buku di Sekolah: MP3.S Siapkan ‘Tiket’ ke Penjara

    Terbit: 1 Maret 2026 | 12:11 WIB SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Praktik jual-beli buku pelajaran yang melibatkan transaksi langsung antara penerbit dan sekolah di Kabupaten Sumenep kini berada di bawah radar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *