Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sumenep (Madura Expose) — Sedikitnya ada 3 agenda penting yang menjadi target sejumlah aktivis anti korupsi di Kabupaten Sumenep yang tengah mempersiapkan sejumlah rangkaian aksi unjuk rasa menuntut penuntasan dugaan kasus korupsi yang sejak era pemerintahan A.Busyro Karim-Soengkono Sidik (AbusSidik) belum menemukan titik terang.

“Salah satunya mengenai penuntasan kasus dugaan penyimpangan raskin Desa Guluk-Guluk. Karena bagaimanapun Pemkab Sumenep ikut bertanggung jawab”, terang Imam Hanafi, Ketua Komunitas Pemuda Anti Korupsi (Kompak) kepada Maduraexpose.com, Senin (14/12/2015).

Kasus lainnya berkaitan dengan DAK Pendidikan yang selama ini getol disuarakan oleh aktivis mahasiswa yang menamakan diri MAHASURYA.

“Usai pilkada kami kawal lagi kasus DAK Pendidikan Sumenep. Selama ini kami sudah banyak berbuat dan perjuangan ini akan terus kami lanjutkan hingga proses hukumnya jelas sejelas-jelasnya”, ungkap Bihsri, Koordinator Mahasurya kepada Maduraexpose.com.

Achmad Zainulah , Ketua KMS saat demo bersama PC PMII Sumenep , Senin 8 Juni 2015. (Foto: Ferry Arbania)
Achmad Zainulah , Ketua KMS saat demo bersama PC PMII Sumenep , Senin 8 Juni 2015. (Foto: Ferry Arbania)

Berikutnya terkait kisruh soal keuangan di PT.WUS dan kasus dugaan pajak bumi dan bangunan (PBB) gratis yang laporannya sudah ditangani pihak Polda Jatim dan telah dilaporkan di Bareskrim Mabes Polri oleh kawanan Front Pemuda Madura Kepulauan, dipastikan berlanjut usai Pilkada Sumenep yang saat ini sudah memasuki penghitungan TPS (Form C1) yang hampir mencapai 100 % tuntas.

(dbs/fer)