3 Bulan Tak Dibayar, 8 ABK Pekalongan Terlantar di Sumenep

Terbit: 5 April 2016 | 14:10 WIB

MADURA EXPOSE—Nasib tragis menimpa warga Pekalongan, Jawa Tengah yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) pada sebuah KLM Putra Jaya milik seorang saudagar kaya asal Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Moh.Wahyu, salah satu ABK yang berhasil ditemui wartawan membenarkan jika dirinya bersama 35 rekannya sudah bekerja selama tiga bulan tanpa bayaran.

“Kami dipaksa terus bekerja tanpa dibayar. Karena kami menolak, malah diturunkan di Pulau Pagerungan Sumenep”, terang Moh.Wahyu, salah satu ABK asal Pekalongan kepada wartawan di Sumenep, Madura, Jawa Timur., Selasa 5 April 2016.
Perlakuan kasar dan sewenang-wenang dari pihak KLM Putra Jaya ini membuat 8 ABK merasa diperlakukan tidak manusiawi.
“Setelah diturunkan kami hanya dikasih uang Rp 100 ribuan per ABK. Padahal hasil tangkapan ikan tercatat sebesar Rp 160 juta”, imbuhnya.

Penderitaan kedelapan ABK asal Pekalongan ini diperparah lagi, karena dari Pulau Pagerungan, korban tedampar harus mengeluarkan tambahan kocek sebanyak Rp 50 ribuan untuk biaya transportasi menuju Pelabuhan Kalianget Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Dari Pulau Pagerungan kami naik kapal barang dengan ongkos Rp 150 ribu per orang”, pungkasnya.
Hingga berita ini diunggah, kedelapan ABK asal Pekalongan, Jawa Tengah ini masih ditampung di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Dari Pagerungan kami ikut kapal barang ke Pelabuhan Kalianget dengan ongkos Rp150 ribu,” ucapnya.
Mereka bekerja di Sumenep melalui pelantara Ucok, warga asal Pekalongan. Saat ini, delapan ABK yang terlantar itu sedang berada di Dinas Sosial Sumenep. [ljk/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *