3 Bulan Tak Dibayar, 8 ABK Pekalongan Terlantar di Sumenep

0
665

MADURA EXPOSE—Nasib tragis menimpa warga Pekalongan, Jawa Tengah yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) pada sebuah KLM Putra Jaya milik seorang saudagar kaya asal Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Moh.Wahyu, salah satu ABK yang berhasil ditemui wartawan membenarkan jika dirinya bersama 35 rekannya sudah bekerja selama tiga bulan tanpa bayaran.

“Kami dipaksa terus bekerja tanpa dibayar. Karena kami menolak, malah diturunkan di Pulau Pagerungan Sumenep”, terang Moh.Wahyu, salah satu ABK asal Pekalongan kepada wartawan di Sumenep, Madura, Jawa Timur., Selasa 5 April 2016.
Perlakuan kasar dan sewenang-wenang dari pihak KLM Putra Jaya ini membuat 8 ABK merasa diperlakukan tidak manusiawi.
“Setelah diturunkan kami hanya dikasih uang Rp 100 ribuan per ABK. Padahal hasil tangkapan ikan tercatat sebesar Rp 160 juta”, imbuhnya.

Penderitaan kedelapan ABK asal Pekalongan ini diperparah lagi, karena dari Pulau Pagerungan, korban tedampar harus mengeluarkan tambahan kocek sebanyak Rp 50 ribuan untuk biaya transportasi menuju Pelabuhan Kalianget Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Dari Pulau Pagerungan kami naik kapal barang dengan ongkos Rp 150 ribu per orang”, pungkasnya.
Hingga berita ini diunggah, kedelapan ABK asal Pekalongan, Jawa Tengah ini masih ditampung di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Dari Pagerungan kami ikut kapal barang ke Pelabuhan Kalianget dengan ongkos Rp150 ribu,” ucapnya.
Mereka bekerja di Sumenep melalui pelantara Ucok, warga asal Pekalongan. Saat ini, delapan ABK yang terlantar itu sedang berada di Dinas Sosial Sumenep. [ljk/fer]