Reporter : Luthfiadi
MADURAEXPOSE.COM–Taman kota Gladak Anyar dan Kowel Pamekasan diduga disalahgunakan dan menjadi tempat prostitusi jual beli wanita malam,obat-obatan terlarang dan minuman keras. Senin (6/2/17)

Dua taman kota yang menghabiskan miliyaran Rupiah tersebut semestinya digunakan untuk menjadi tempat hiburan bagi masyarakat saat liburan dan menghilangkan penat,kini diduga menjadi tempat untuk melakukan maksiat,seperti terindikasi sebagai prostitusi dan tempat untuk minum-minuman beralkohol,karna selain tidak adanya petugas keamanan atau penjagaan dan kurangnya pengawasan dari masyarakat setempat serta dari pemerintah yang membidangi,ditambah kurangnya penerangan ditengah-tengah taman sehingga nampak gelap gulita.

Pantauan maduraexpose,com, Hal ini bermula dari beredarnya isu di masyarakat, bahwasanya banyak pemuda-pemudi mencurigakan berada taman yang gelap gulita dan digerumuni rerumputan dan bunga hias,sehingga membuat taman sulit untuk dipantau dari kejauhan.

Mendengar isu tersebut langsung dibuktikan oleh Ach.Rafiqi salah satu pemuda Pamekasan,sekitar pukul 11.34 WIB berapa dilokasi hingga Pukul 01.12 WIB, dan membenarkan adanya pemuda-pemudi yang lagaknya anih dan mencurigakan.

“Saya penasaran dengan adanya isu yang berkembang dimasyarakat bahwasanya kota yang berjuluk gerbang salam saat ini dikotori oleh oknum-oknum penggemar Maksiat,saya mengelilingi tempat yang menjadi topik permasalahan di masyarakat,seperti pasar 17 Agustus Bugih Pamekasan, Taman Kowel dan Taman Gladak Anyar hingga larut malam,dan ternyata isu tersebut bisa dikatakan benar,sekitar Pukul 11.45 masih banyak pemuda dibawah umur berkerumunan di taman tersebut” tegasnya

“Bahkan ada yang duduk berduaan di bawah goa hias yang penuh dengan gelap gulita,namun disaat saya hampiri kedua pasangan tersebut bergegas pergi, dijemput oleh temannya dengan bonceng tiga,dan wanitanya ada ditengah,padahal sudah ada batas waktu untuk mengosongi tempat tersebut yakni pukul 11.00 WIB dan dilengkapi dengan larangan-larangan pengunjung,tapi hal tersebut tidak di indahkan mungkin dikarenakan lalainya petugas ke amankan baik dari pemerintah dan masyarakat setempat,mirisnya lagi tempat tersebut gelap dan kurang diperhatikan dalam perawatannya”,timpalnya. [lut/fer]