Scroll untuk baca artikel
Hot Expose

Zainal Abidin Siap Adu Konsep di Pemilukada Sumenep 2015-2020

Avatar photo
107
×

Zainal Abidin Siap Adu Konsep di Pemilukada Sumenep 2015-2020

Sebarkan artikel ini
Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Dr H Zaenal Abidin, dalam laporannya menyebutkan, peserta terdiri dari unsur Forpimda, Setda Provinsi Jawa Timur, Staf Ahli Gubernur, SKPD se-Jatim, Perwakilan Provinsi Tetangga, Kepala Daerah Kab/Kota, BUMD/BUMN, DPRD Provinsi, Parpol, para Rektor Perguruan Tinggi, BEM Mahasiswa, LSM, Ormas, Perwakilan Lembaga Donor, Dewan Riset Daerah dan Lintas Agama. 22 April 2014. (Foto: bappeda.jatimprov.go.id)

MaduraExpose.com- Tak lama lagi, jabatan A Busyro Karim – Soengkono Sidik akan segera berakhir sebagai Bupati dan Wabup Sumenep untuk priode 2010-2015.Tepatnya Oktober mendatang, lantas siapa penggantinya meneruskan estafet kepemimpinan? Mungkinkah mereka akan terpilih lagi pada priode berikutnya?.

 Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Dr H Zaenal Abidin, dalam laporannya menyebutkan, peserta terdiri dari unsur Forpimda, Setda Provinsi Jawa Timur, Staf Ahli Gubernur, SKPD se-Jatim, Perwakilan Provinsi Tetangga, Kepala Daerah Kab/Kota, BUMD/BUMN, DPRD Provinsi, Parpol, para Rektor Perguruan Tinggi, BEM Mahasiswa, LSM, Ormas, Perwakilan Lembaga Donor, Dewan Riset Daerah dan Lintas Agama. 22 April 2014.  (Foto: bappeda.jatimprov.go.id)
Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Dr H Zaenal Abidin, dalam laporannya menyebutkan, peserta terdiri dari unsur Forpimda, Setda Provinsi Jawa Timur, Staf Ahli Gubernur, SKPD se-Jatim, Perwakilan Provinsi Tetangga, Kepala Daerah Kab/Kota, BUMD/BUMN, DPRD Provinsi, Parpol, para Rektor Perguruan Tinggi, BEM Mahasiswa, LSM, Ormas, Perwakilan Lembaga Donor, Dewan Riset Daerah dan Lintas Agama. 22 April 2014. (Foto: bappeda.jatimprov.go.id)

Sementara Soengkono Sidik, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Sumenep sudah menyampaikan disejumlah media tentang rencananya yang akan maju sendiri meninggalkan pasangannya A.Busyro Karim untuk maju sebagai Calon Bupati Sumenep priode 2015-2020.

Langkah Soengkono ini dinilai banyak kalangan terlalu dini, karena sebagai pejabat aktif, harusnya yang bersangkutan menahan “Syahwat” berkuasanya sampai masa jabatannya berakhir pada oktober 2015.

“Sebagai pejabat aktif (Wabup) harusnya pak Wabup lebih konsen menuntaskan tugas-tugasnya sebagai wakil bupati. Terutama masalah peredaran Narkotika yang makin parah. Tiru Pak Bupatinya belum proklamirkan diri apakah mau maju sebagai calon bupati lagi atau tidak, ini berkaitan dengan etika pejabat pemerintah yang masih aktif menjabat”, ujar Kang Nur, analis politik dan pemerintahan dari Sumenep Network, Kamis (26/2/2015).

------------------------