Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Dr H Zaenal Abidin, dalam laporannya menyebutkan, peserta terdiri dari unsur Forpimda, Setda Provinsi Jawa Timur, Staf Ahli Gubernur, SKPD se-Jatim, Perwakilan Provinsi Tetangga, Kepala Daerah Kab/Kota, BUMD/BUMN, DPRD Provinsi, Parpol, para Rektor Perguruan Tinggi, BEM Mahasiswa, LSM, Ormas, Perwakilan Lembaga Donor, Dewan Riset Daerah dan Lintas Agama. 22 April 2014. (Foto: bappeda.jatimprov.go.id)

MaduraExpose.com- Tak lama lagi, jabatan A Busyro Karim – Soengkono Sidik akan segera berakhir sebagai Bupati dan Wabup Sumenep untuk priode 2010-2015.Tepatnya Oktober mendatang, lantas siapa penggantinya meneruskan estafet kepemimpinan? Mungkinkah mereka akan terpilih lagi pada priode berikutnya?.

 Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Dr H Zaenal Abidin, dalam laporannya menyebutkan, peserta terdiri dari unsur Forpimda, Setda Provinsi Jawa Timur, Staf Ahli Gubernur, SKPD se-Jatim, Perwakilan Provinsi Tetangga, Kepala Daerah Kab/Kota, BUMD/BUMN, DPRD Provinsi, Parpol, para Rektor Perguruan Tinggi, BEM Mahasiswa, LSM, Ormas, Perwakilan Lembaga Donor, Dewan Riset Daerah dan Lintas Agama. 22 April 2014.  (Foto: bappeda.jatimprov.go.id)
Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Dr H Zaenal Abidin, dalam laporannya menyebutkan, peserta terdiri dari unsur Forpimda, Setda Provinsi Jawa Timur, Staf Ahli Gubernur, SKPD se-Jatim, Perwakilan Provinsi Tetangga, Kepala Daerah Kab/Kota, BUMD/BUMN, DPRD Provinsi, Parpol, para Rektor Perguruan Tinggi, BEM Mahasiswa, LSM, Ormas, Perwakilan Lembaga Donor, Dewan Riset Daerah dan Lintas Agama. 22 April 2014. (Foto: bappeda.jatimprov.go.id)

Sementara Soengkono Sidik, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Sumenep sudah menyampaikan disejumlah media tentang rencananya yang akan maju sendiri meninggalkan pasangannya A.Busyro Karim untuk maju sebagai Calon Bupati Sumenep priode 2015-2020.

Langkah Soengkono ini dinilai banyak kalangan terlalu dini, karena sebagai pejabat aktif, harusnya yang bersangkutan menahan “Syahwat” berkuasanya sampai masa jabatannya berakhir pada oktober 2015.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Sebagai pejabat aktif (Wabup) harusnya pak Wabup lebih konsen menuntaskan tugas-tugasnya sebagai wakil bupati. Terutama masalah peredaran Narkotika yang makin parah. Tiru Pak Bupatinya belum proklamirkan diri apakah mau maju sebagai calon bupati lagi atau tidak, ini berkaitan dengan etika pejabat pemerintah yang masih aktif menjabat”, ujar Kang Nur, analis politik dan pemerintahan dari Sumenep Network, Kamis (26/2/2015).

Terlepas dari persoalan tersebut, gelanggang Pemilukada Sumenep tahun ini, tampaknya akan diwarnai sejumlah sosok yang sudah memiliki pengalaman yang mungkin jauh lebih bisa diandalkan. Sebut saja Zainal Abidin (Ex kepala Bappeda Jatim), Ia disebut-sebut bakal maju sebagai calon Bupati Sumenep,sejak tahun 2014 lalu karena dinilai memiliki kans kanst kuat sebagai putra daerah Sumenep, Madura.

Saat itu, Zainal mengakui banyak dukungan yang meminta dirinya maju sebagai Calon Bupati Sumenep 2015. Permintaan itu direspon positif dengan pertimbangan supaya ada survei yang benar-benar mendukung setidaknya 10 persen dari petahana. Hal itu sebagai langkah antisipasi mengejar ketertinggalan supaya tidak terlalu jauh. Dengan demikian, lanjut ZA, ketertinggalan lebih mudah diselesaikan dengan adu konsep pembangunan Sumenep dalam lima tahun mendatang.

“Dalam kompetisi (Pilkada) tak perlu bermusuhan. Lebih bagus adu konsep untuk mengetahui dukungan masyarakat yang sebenarnya. Kalau kita menang berarti rakyat setuju konsep kita”, ujarnya kepada awak media di Surabaya saat itu.

Belakangan Zainal Abidin memang mulai memperlihatkan gerakan politiknya, salah satunya adalah dengan melakukan silaturrahim ke Partai PDI Perjuangan dan PAN Sumenep. Sabtu (24/1) lalu.

Terbaru, Pimpinan PDI Perjuangan Sumenep, seperti disampaikan Hunain Santoso, Ketua DPC PDIP Sumenep, menyatakan ada lima nama yang dinilai layak masuk bursa kandidat Pemilukada Sumenep 2015.

Lima nama tersebut adalah MH Said Abdullah (anggota DPR RI), Hunain Santoso, Dekky Purwanto (Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sumenep), A Busyro Karim (Bupati Sumenep), dan Zainal Abidin (mantan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur).

(bbs/fer)