Workshop Jurnalistik Raudlatul Iman,KH Muhammad Sahli: Mewaritskan Khazanah Intelektual Keilmuan Pesantren

Terbit: 28 Februari 2022 | 03:55 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)- Workshop Jurnalistik Media Center Raudlatul Iman dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Raudlatul Iman K. Sahli Hamid, M.Pd.I, Ahad 27 Pebruari 2022 yang bertempatkan di Aula Pondok Pesantren Raudlatul Iman Gadu Barat Ganding Sumenep

Kegiatan yang bertema “Membangun Media Profesional” diikuti oleh 20 peserta dari berbagai unsur baik intern Media Center RI, mahasiswa, Bem STIDAR, PANDAWA, OSIS Raudlatul Iman, Sanggar Semar, Sanggar Gema dan santri Pondok Pesantren Raudlatul Iman yang akan berlangsung dua hari 27-28 Pebruari 2022.

K. Sahli Hamid dalam pengarahannya menegaskan pentingnya menulis di era digital yang muncul dari kalangan pesantren.

“Kegiatan Workshop Jurnalistik yang diadakan Media Center Raudlatul Iman ini untuk membentuk jurnalis-jurnalis yang mengusung nilai-nilai pesantren dan menyajikan informasi yang benar sebagai media dakwah. Menulis sangat dibutuhkan saat ini dalam rangka memajukan peradaban masyarakat sesuai motto MCRI Menyajikan Informasi, Mengawal Peradaban .” terangnya.

Menurutnya, peradaban akan kering jika orang-orang di eranya mengenyampingkan kemampuan berpikir.
“Saya ingin menyodorkan pernyataan Sosiolog Inggris Antony Hiddens bahwa kematian peradaban suatu bangsa selalu diawali oleh lemahnya kemampuan reflektif masyarakatnya. Maka menulis bagian dari refleksi mewaritskan peradaban itu” imbuhnya.

Beliau juga mengupas bagaimana ulama terdahulu mampu menuangkan pemikirannya melalui tulisan yang menjadi literatur hingga kini.

“Imam Syafi’ie, Imam Ghazali telah mewaritskan khazanah intelektual keilmuan pesantren melalui tulisan yang sampai kini tetap menjadi rujukan” ungkapnya.

Selanjutnya beliau menambahkan tentang profesionalitas membangun media sehingga menghadirkan cita rasa yang berbeda untuk dinikmati masyarakat sekaligus membuka kegiatan. (MSA)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *