Waspada! Inilah Titik Jalur Tengkorak di Sumenep yang Kerap Makan Korban Jiwa

oleh -196 Dilihat
Waspada! Inilah Titik Jalur Tengkorak di Sumenep yang Kerap Makan Korban Jiwa
Ilustrasi: Jalur tengkorak di Kabupaten Sumenep yang kerap memakan korban jiwa. Mulai dari Nambakor, Saronggi, hingga jalan bergelombang di Patean.
Terbit: 11 Februari 2026 | 05:12 WIB

MADURA EXPOSE, SUMENEP – Memasuki aktivitas pagi yang padat, arus lalu lintas kendaraan yang keluar-masuk Kabupaten Sumenep mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Bagi Anda para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan saat melintasi sejumlah ruas jalan yang dikenal sebagai “jalur maut” di wilayah ujung timur Pulau Madura ini.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) belakangan ini, terdapat beberapa titik rawan yang sering memakan korban jiwa akibat berbagai faktor, mulai dari kondisi jalan yang rusak hingga kelalaian manusia (human error).

Daftar Lokasi Rawan Lakalantas di Sumenep

Berikut adalah rincian jalur yang wajib diwaspadai oleh para pengendara:

1. Jalan Raya Pamekasan-Sumenep (Area Saronggi – Nambakor) Jalur ini merupakan urat nadi utama masuknya kendaraan ke jantung kota Sumenep. Namun, di balik keramaiannya, kawasan Desa Nambakor hingga Kecamatan Saronggi kerap dilaporkan terjadi kecelakaan maut. Jalur yang lurus seringkali membuat pengendara memacu kecepatan tinggi tanpa menyadari adanya risiko kendaraan dari arah berlawanan atau penyeberang jalan.

2. Jalan Raya Patean (Kawasan Bergelombang) Kondisi fisik jalan di Raya Patean, Kecamatan Batuan, saat ini menjadi sorotan tajam. Permukaan aspal yang bergelombang dan berlubang menjadi jebakan maut bagi pengendara, terutama motor. Tak jarang, pengendara yang mencoba menghindari lubang justru kehilangan kendali hingga terperosok ke sungai atau bersenggolan dengan kendaraan lain.

3. Jalan Raya Gapura (Jalur Pelajar) Lintasan ini sering menjadi lokasi kecelakaan yang melibatkan kaum milenial dan pelajar. Persimpangan di wilayah Parsanga hingga jalur menuju Gapura memerlukan konsentrasi tinggi karena volume kendaraan yang padat pada jam berangkat dan pulang sekolah.

4. Kawasan Jalan Raya Lenteng (Pita Penggaduh) Keberadaan pita penggaduh di kawasan Desa Torbang, Kecamatan Bateng, yang awalnya dipasang untuk mengurangi kecepatan, justru sering dilaporkan menjadi penyebab laka tunggal bagi pengendara yang tidak siap dengan guncangan di titik tersebut.

Penyebab Utama Kecelakaan

Kasat Lantas Polres Sumenep dalam berbagai kesempatan selalu menghimbau agar masyarakat memahami faktor risiko di jalanan. Secara umum, ada tiga penyebab utama kecelakaan di Sumenep:

  • Kelalaian Pengendara: Kurangnya konsentrasi, kelelahan, dan melanggar rambu lalu lintas.

  • Infrastruktur Rusak: Jalanan bergelombang dan lubang dalam yang belum tertangani secara permanen.

  • Kurangnya Penerangan: Minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di titik-titik rawan saat malam hari memperburuk visibilitas.

Imbauan Keselamatan

Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju luar kota atau masuk ke pusat kota Sumenep pagi ini, diharapkan untuk:

  1. Menghindari penggunaan ponsel saat berkendara.

  2. Memastikan kondisi fisik dan kendaraan (rem, ban, lampu) dalam keadaan prima.

  3. Mengurangi kecepatan secara signifikan saat melintasi kawasan Patean dan Nambakor.

(Red/Madura Expose)

"Dewan Redaksi" MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

No More Posts Available.

No more pages to load.