Warung Madura Justru Bantu Warga, Jangan Dibatasi

Terbit: 28 April 2024 | 18:53 WIB

Maduraexpose.com- Imbauan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) soal jam operasional warung Madura yang dibatasi, demi menjaga persaingan sehat dengan minimarket/toko retail dinilai tidak tepat.

Menurut Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi, selama ini warung Madura justru berdampak positif pada perekonomian masyarakat kecil.

“Seharusnya Kementerian UKM memberikan solusi usaha bagi masyarakat kecil, bukan malah mempersempit peluang usaha mikro dan kecil,” jelas Baidowi, lewat keterangan resmi, di Jakarta, Minggu (28/4).

Baidowi yang akrab disapa Awiek itu juga mengatakan, membuka warung kecil 24 jam bukan hanya dilakukan masyarakat Madura di sejumlah kota besar, tapi juga warga lain dari berbagai daerah.

Perlu ada keberpihakan pada masyarakat kecil dari pemerintah. Terlebih harga di warung Madura juga relatif terjangkau.

“Pengusaha mikro kecil seperti warung Madura perlu mendapat perlindungan, bukan malah diatur dengan aturan yang memberatkan,” kata Awiek lagi.

Menurutnya, selama ini tidak ada dampak negatif dari keberadaan warung Madura. Warung kelontong 24 jam itu justru membantu warga sepanjang hari dan ikut menjaga keamanan lingkungan.

“Jika ada peraturan yang melarang toko buka 24 jam, itu hanya diberlakukan pada toko-toko besar yang dikelola pengusaha besar, seperti minimarket,” tegas Awiek.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *