Facebook Abdul Malik

SUMENEP—-Pernyataan Ketua Fraksi PPP DPRD Sumenep H. Latif di media yang akan mengawal kasus dugaan penyelewengan Beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang belakangan kerap disoal masyarakat.

Statemen dari bos water park itu mendapat tanggapan dari warganet melalui media sosial. Bahkan pemilik facebook dengan akun Abdul Malik mengaku tidak yakin.

“Aku orang pertama yang tidak yaqin DPRD akan mempolisikan ayo aku tantang satu bulan kedepan”, tulis Abdul Malik di akun facebooknya baru-baru ini.

Diberitakan sejumlah media sebelumnya, persoalan Beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diberikan kepada KPM diduga tak layak konsumsi, membuat Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Sumenep, meradang karena beras merupakan kebutuhan primer seluruh KPM.

Ketua Fraksi PPP DPRD Sumenep, H Abd Latif mengaku sangat prihatin dan jika benar dugaan adanya mafia beras BPNT di Sumenep untuk tidak segan-segan menyeret persoalan tersebut ke jalur hukum.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Bos Water Park ini juga mengaku banyak menerima keluhan dari kalangan seperti persoalan jeleknya kualitas beras dan sebagian lagi mengaku BPNT tersebut.

“Beras yang tidak layak dikonsumsi sama halnya meracuni masyarakat, jadi prilaku ini sudah kurang manusiawi, siapapun pelakunya harus ditangkap dan diusut,” kecam H. Latif politisi PPP DPRD Sumenep ini kepada awak media.

Sebagai anggota DPRD yang nota bene sudah diberi kepercayaan oleh masyarakat,pihaknya mengaku siap untuk mengawal demi kesejahteraan rakyat.

“Saya sebagai anggota DPRD dari PPP, dengan tegas akan mengawal kasus beras BPNT hingga tuntas ke jalur hukum” ujarnya.

Disinggung apa target dari rencana pelaporan sengkarut bantuan beras itu ke pihak berwajib, Latif berharap ada efek jera.

“Siapapun pelakunya, kalau tidak dilaporkan, tidak akan jera dan bisa jadi tambah liar,” tutupnya. (fer)