
MADURAEXPOSE.COM—Ditengah gembar-gembor persiapan Visit Sumenep 2018, siapa sangka kalau ternyata banyak warga setempat yang justru mengaku tidak tertarik untuk berkunjung kesejumlah tempat sasaran wisata seperti pantai Sembilan, Gililabak maupun Pantai Giliyang.
Alasan mereka menolak diajak ke tempat wisata yang ada di Sumenep, sebagian warga mengaku enggan karena jeleknya sarana transportasi laut yang dinilai kurang canggih, termasuk pertimbangan keamanan.
“Disamping kurang meminati pantai, tidak berani melintasi perjalanan laut dengan sarana transportasi yang belum memadai. Takut ada apa-apa ditengah laut. Jadi, kami memilih ke tempat wisata diluar Sumenep yang lebih aman,” terang Ipang, salah satu pengunjung asal Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura.
Berbeda dengan pengakuan Asnawi, warga asal Kecamatan Ganding. Ia beralasan keengganannya untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata pantai di Sumenep, dengan alasan tidak tertarik dan lebih suka berkunjung ke tempat wisata yang religi.
“Kalau saya malah sama sekali tidak suka dengan tempat wisata seperti Gililabak ataupun Pantai Sembilan. Sumpah saya lebih suka berziarah aja ke makam Wali Songo. Itu lebih bermanfaat dan sangat diminati oleh keluarga besar kami,” ungkapnya.
Sekadar mengingatkan, pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 2015 silam, sebanyak 6 wisatawan Gililabak asal Pamekasan nyaris celaka, setelah perahu rakyat yang mereka tumpangi digulung ombak besar. Keenam wisatawan itu terdiri dari 4 orang wanita dan 2 orang laki terseret ombak hingga perairan Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.
Korban berhasil dievakuasi oleh petugas Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Sumenep yang bermarkas di Pelabuhan Kalianget sekitar pukul 01.00. Wib.

“Setelah anggota berhasil mengevakuasi mereka, kami langsung menyiapkan petugas medis untuk memeriksa kondisi kesehatan para wisatawan. Dan petugas kesehatan kami siagakan di Markas Polair di pelabuhan Kalianget,” terang AKBP Rendra Radita Dewayana yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur. [skw/fer]



![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)