Warga Sumenep Enggan ke Gililabak, Ini Alasannya!

Terbit: 17 Mei 2017 | 06:34 WIB

MADURAEXPOSE.COM—Ditengah gembar-gembor persiapan Visit Sumenep 2018, siapa sangka kalau ternyata banyak warga setempat yang justru mengaku tidak tertarik untuk berkunjung kesejumlah tempat sasaran wisata seperti pantai Sembilan, Gililabak maupun Pantai Giliyang.

Alasan mereka menolak diajak ke tempat wisata yang ada di Sumenep, sebagian warga mengaku enggan karena jeleknya sarana transportasi laut yang dinilai kurang canggih, termasuk pertimbangan keamanan.

“Disamping kurang meminati pantai, tidak berani melintasi perjalanan laut dengan sarana transportasi yang belum memadai. Takut ada apa-apa ditengah laut. Jadi, kami memilih ke tempat wisata diluar Sumenep yang lebih aman,” terang Ipang, salah satu pengunjung asal Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura.

Berbeda dengan pengakuan Asnawi, warga asal Kecamatan Ganding. Ia beralasan keengganannya untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata pantai di Sumenep, dengan alasan tidak tertarik dan lebih suka berkunjung ke tempat wisata yang religi.

“Kalau saya malah sama sekali tidak suka dengan tempat wisata seperti Gililabak ataupun Pantai Sembilan. Sumpah saya lebih suka berziarah aja ke makam Wali Songo. Itu lebih bermanfaat dan sangat diminati oleh keluarga besar kami,” ungkapnya.

Sekadar mengingatkan, pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 2015 silam, sebanyak 6 wisatawan Gililabak asal Pamekasan nyaris celaka, setelah perahu rakyat yang mereka tumpangi digulung ombak besar. Keenam wisatawan itu terdiri dari 4 orang wanita dan 2 orang laki terseret ombak hingga perairan Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

Wisatawan Gililabak/Istimewa.
Wisata Gili Labak Madura 2

Korban berhasil dievakuasi oleh petugas Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Sumenep yang bermarkas di Pelabuhan Kalianget sekitar pukul 01.00. Wib.

“Setelah anggota berhasil mengevakuasi mereka, kami langsung menyiapkan petugas medis untuk memeriksa kondisi kesehatan para wisatawan. Dan petugas kesehatan kami siagakan di Markas Polair di pelabuhan Kalianget,” terang AKBP Rendra Radita Dewayana yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur. [skw/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

RAHASIA TANEROS

Terbit: 29 Maret 2026 | 18:17 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Di balik deburan ombak Pesisir Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, tersimpan sebuah rahasia geografis yang jarang disadari publik. Pantai Taneros (atau…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *