Ilustrasi/NET

MADURAEXPOSE.COM–Warga Dusun Pangligur Mas Tasek, Desa Pabian Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, digegerkan meninggalnya Suharyono (22), warga Dusun 1 Karana Kongo RT 001 RW 001 Desa Saseel, Kecamatan (pulau) Sapeken,sekitar pukul 19.30 Wib, Selasa Malam 28 Maret 2017.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Korban yang berprofesi sebagai pekerja swasta dan sudah menikah ini, diduga tewas karena meminum minuman keras jenis oplosan, di kosan salah satu temannya di Desa Pabian.

Saat ditemukan, korban memang sudah dalam kondisi tak sadarkan diri, dan dari mulutnya mengeluarkan busa.

Karena kondisi korban saat itu sangat mengkhawatirkan, oleh teman dan istrinya, korban dilarikan ke Puskesmas Pandian menggunakan becak dengan alasan sakit.
Tapi apes, nyawa korban tak tertolong dan dinyatakan sudah meninggal dunia oleh petugas jaga Puskesmas Pandian.

Akibatnya, korban dibawa pulang, untuk selanjutnya dimakamkan.
Sebagaimana informasi yang dihimpun dilapangan, korban meninggalkan rumah dan istrinya pada Jum’at (24/3/2017).

Ia memilih menginap di rumah kosan temannya di Desa pabian, Kecamatan Kota.
Entah apa masalahnya, mulai Senin malam (27/3/ 2017) korban mulai menenggak minuman keras jenis oplosan, hingga akhirnya muntah-muntah dan pingsan.

“Lalu pada Selasa siang (28/3/2017) korban muntah-muntah, dan mengeluarkan busa dari mulutnya,” kata rekan korban, Fajri, hairul dan irham.

Karena kondisinya mengkhawatirkan, pada selasa pukul 18.00 wib rekan korban menelpon istri korban, agar segera datang ke Desa Pabian, untuk melihat kondisi suaminya.

Selanjutnya, pada pukul 19.15 wib rekan korban bersama istri korban membawa korban ke puskesmas pandian. Sesampainya di Puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal dunia oleh petugas jaga.

Ada kemungkinan korban meninggal lantaran meminum minuman keras jenis oplosan, selama berada di kosan temannya. Saat ini, kasus tersebut sudah dalam penanganan Polres Sumenep.

(Samaudin)
Tags # peristiwa