Warga Minta Galian Tanah Desa Payudan Nangger Ditutup

0
577

Sumenep (MaduraExpose.com)- Pasca reruntuhan di tempat galian tanah yang menewaskan Ruji (35) di areal perawahan yang telah berubah jadi tambang tanah di Desa Payudan Nangger, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep supaya dihentikan dan ditutup secara permanen karena khawatir ada korban berikutnya.

Tokoh masyarakat sekaligus Ketua BPD Desa Payudan Nangger, Mulyadi menyampaikan harapan tersebut kepada seluruh pihak terkait agar mempertimbangkan apakah galian tanah tersebut sudah mengantongi ijin atau tidak. Kalaupun berijin, pihaknya berharap agar dilakukan peninjauan kembali sepanjang pemilik lahan tidak mampu menjaga keselamatan para pekerja atau warga yang bersentuhan dengan tempat galian tanah tersebut.

“Saya minta galian tanah milik warga itu sebaiknya ditutup agar tidak ada korban berikutnya”, tukas Mulyadi kepada MaduraExpose.com, Selasa (30/9/2014).

Informasi yang berkembang ditengah masyarakat setempat, galian tanah diareal persawahan itu konon dijual untuk kepentingan membuat rumah dan bahkan untuk keperluan bahan material proyek di sejumlah tempat. Kedalaman tanah yang digali mencapai 3 meter lebih.

Diberitakan sebelumnya, seorang petani yang tiap harinya bekerja serabutan tewas mengenaskan setelah tubuhnya tertimbun galian tanah di Desa Payudan Nangger, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, pukul 07:30 WIB, Senin pagi kemarin.
(fer)