Maduraexpose.com–Para pengunjuk rasa memblokir jalan-jalan di ibukota Lebanon dalam aksi demonstrasi menentang kondisi yang memburuk ketika negara itu bergulat dengan krisis ekonomi dan keuangan yang memicu kekhawatiran devaluasi mata uang.

Para demonstran berkumpul tak lama sebelum tengah hari di Lapangan Martir pusat di Beirut pada hari Ahad kemarin. Ratusan orang kemudian melakukan pawai di sepanjang jalan utama dekat markas pemerintah, tempat polisi anti huru hara dikerahkan.

Banyak yang membawa bendera negara itu, sambil meneriakkan “jatuhkan kapitalisme” dan “pergi!”

Yang lain meneriakkan refrain populer dari aksi protes Musim Semi Arab 2011 di seluruh wilayah: “Rakyat ingin jatuhnya rezim”.

Kemudian pada hari itu, beberapa pengunjuk rasa membakar ban di beberapa jalan utama, sehingga melumpuhkan kota.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Kami turun untuk menuntut hidup dengan bermartabat. Kami ingin mengatakan kepada para anggota parlemen, para menteri, dan semua kelas penguasa bahwa jika mereka tidak ingin mengembalikan apa yang mereka curi, mereka setidaknya harus berhenti mencuri sehingga rakyat bisa hidup, “kata seorang pengunjuk rasa di Beirut, menyerang para pemimpin Lebanon atas korupsi negara, menurut kantor berita Reuters.

“Kami bekerja keras siang dan malam hanya untuk bisa hidup,” kata pengunjuk rasa lain, seorang wanita Lebanon berusia 52 tahun, mengatakan kepada kantor berita AFP.

“Mereka telah membuat kita kelaparan, makanan dicuri dari kita. Ini sudah cukup,” katanya.

Di Tripoli, kota terbesar kedua di Lebanon, pengunjuk rasa membakar foto Perdana Menteri Saad Hariri. Para pengunjuk rasa juga berkumpul di dekat rumah Najib Mikati, seorang mantan perdana menteri.

Rekomendasi Video METV:
https://youtu.be/I8NZGMhxSBc
[aljz/fq/vo1)