Wabah Campak Meneror Sumenep,Nasib 78 Ribu Anak di Ujung Tanduk?

Terbit: 23 Agustus 2025 | 02:51 WIB

SUMENEP — Sebuah momok mengerikan kini menghantui Kabupaten Sumenep. Setelah ditetapkan sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak, pemerintah setempat meluncurkan sebuah operasi masif yang menargetkan nyawa 78.590 anak di bawah lima tahun.

 

Program imunisasi darurat ini, yang dijadwalkan dimulai pada 25 Agustus 2025, adalah upaya putus asa untuk membendung gelombang infeksi yang mengancam generasi muda di wilayah ini.

 

 

Jumlah yang fantastis, 78.590 anak yang masih rentan—berusia 9 bulan hingga 5 tahun—menjadi sasaran langsung dari serangan virus campak yang mematikan. Pihak berwenang, melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, mengklaim telah menyiapkan 9.825 vial vaksin sebagai respons terhadap krisis ini. Namun, jumlah tersebut hanyalah setetes air di tengah lautan kepanikan yang melanda orang tua di seluruh Sumenep.

 

 

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, program yang disebut Outbreak Response Immunization (ORI) ini adalah satu-satunya jalan untuk memutus rantai penularan virus yang kejam ini. Dalam nada penuh keprihatinan, ia menekankan, “Kami berharap masyarakat mendukung penuh kegiatan ini untuk mencegah penularan semakin meluas.”

 

 

Namun, di balik pernyataan resmi tersebut, tersimpan kegelisahan mendalam: apakah upaya ini cukup dan tidak terlambat? Sementara ribuan anak berbaris untuk mendapatkan suntikan, bayang-bayang wabah yang tak terkendali tetap menghantui, menjadikan program imunisasi massal ini sebagai sebuah perlombaan melawan waktu yang penuh ketegangan, di mana taruhannya adalah masa depan anak-anak Sumenep. [*]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *