MADURAEXPOSE.COM- Media sosial dihebohkan dengan viralnya video stiker berlambang palu dan arit, yang dijual di mal Palembang Sumatera Selatan (Sumsel). Beredarnya video stiker berlambang simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) tersebut, mendapat banyak reaksi dari para warganet.

Menanggapi viralnya video stiker berlambang palu arit tersebut, membuat anggota organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila Palembang mendatangi salah satu gerai di salah satu mal di Palembang, di Jalan Letkol Iskandar Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Sabtu (23/5).

Anggota Pemuda Pancasila yang menggunakan pakaian loreng oranye ini, melakukan inspeksi dadakan (sidak) bersama beberapa anggota Sat Intelkam Polrestabes Palembang, anggota TNI dan Babinsa setempat.

Mereka lalu menanyakan perihal video stiker berlambang palu arit, yang dipajang di etalase di toko aksesoris di mal Palembang tersebut.

Supervisor toko aksesoris Palembang, Amir, langsung mengklarifikasi terkait viralnya video yang beredar di medsos tersebut. Menurutnya, mereka tidak pernah menjual stiker berlambang simbol PKI itu.

“Kami tidak merasa menjual stiker seperti itu. Bahkan sebelum dipajang, semua barang kami sortir dulu. Jika layak, akan dipajang. Tapi jika tidak layak dipajang, akan kami tarik,” katanya.

Dia juga menilai video stiker berlambang palu arit yang viral di medsos ini, terdapat beberapa kejanggalan. Seperti, stiker tersebut hanya ada satu lembar. Sedangkan produk di tokonya, selalu memiliki banyak stok.

Amir turut curiga, ada yang menukar stiker tersebut dan berpura-pura membelinya di tokonya. Karena beberapa waktu lalu, ada orang yang membeli stiker dan mengaku dari media Jakfar.

Ketua Pemuda Pancasila Palembang Nursyamsu menuturkan, video stiker berlambang palu arit tersebut direkam pada hari Jumat (22/5). Berdasarkan laporan dari anggotanya, bahwa di toko tersebut ada menjual stiker berlambang simbol PKI.

HotNews:  PAN Berlabuh ke PDIP, Hairul Anwar: Partai Itu Tempat Edukasi, Bukan Industrial Politik!

“Anggota kita yang menemukan stiker itu dijual dengan harga Rp9.000 selembar dan tertulis Made in China. Stiker itu dibeli anggota kita. Salah satu pegawai toko mengatakan, jika stok stiker itu hanya ada 1 lembar saja,” ucapnya.

Karena tidak memiliki kewenangan menggeledah gudang, Pemuda Pancasila Palembang akhirnya meneruskan informasi ini ke polisi sekaligus menyerahkan barang bukti.

Sementara itu, Ketua BPPH MPW Pemuda Pancasila Muhammad Aminuddin, meminta agar aparat kepolisian dapat bertindak cepat, karena beredarnya stiker dengan simbol PKI ini.

“Sudah jadi komitmen kami untuk menjaga NKRI utuh, jadi tidak boleh ada paham komunis yang hidup lagi di Indonesia, terutama di Bumi Sriwijaya,” ujarnya.

Dia pun menyerahkan penyelidikan penemuan stiker bergambar palu arit tersebut, ke pihak Polrestabes Palembang agar segera diusut tuntas.

Kasat Reserse Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kasubnit Pidum Ipda Gofur membenarkan, adanya laporan penemuan stiker palu arit yang diserahkan ke anggota piket.

“Benar, cuma kita belum terima laporan resminya,” tutupnya.

[mdk]