Maduraexpose.com–Sejumlah kalangan menilai, suhu politik pasca Pilpres saat ini wajar terasa masih hangat memanas karena momentumnya berdekatan dengan proses penjaringan calon kepala daerah yang dihelat serentak pada Pilkada 2020.

Ibaratnya, ada pihak merasakan iklim yang terasa tidak lumrah seperti merasakan dingin di musim panas dan kepanasan disaat kehujanan. Tak terkecuali di lingkaran keraton, (sebutan khas awak media) yang biasa berbaur dengan ring satu (istilah lain) menandai kedekatan dengan komunitas kepala OPD, Sekda hingga Bupati Sumenep yang tak terasa hampir menuntaskan priode keduanya.

Masih dilingkaran keraton Sumenep, banyak hal menarik meski bagi sebagian lainnya (bisa jadi) menjengkelkan. Apa pasal? Wajah Hambali Rasidi yang pasca Pilkada 2014 ganti mata. Tapi (maaf) bukan mata Hambali yang diganti. Lah terus? Alhamdulillah cuma ganti nama medianya. Dari Mata Hambali, eh maaf salah lagi, dari Mata Sumenep kini berganti jadi MATA MADURA. Makin luas jangkauannya, Wow keren .

Ada yang lebih menarik rupanya, dalam percakapan grup WhatsApp yang dilansir MataMadura, Grup WA “Sajan Mantap” orang-orang pada serius membahas foto Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim dan Sekda Edy Rasiyadi yang terlihat jalan bersama usai menikmati 750 Porsi Kaldu Kokot. “Dibelakang mereka berdua ada pemilik Mata Madura (kalau tidak salah Hambali dan Rasidi, eh maaf..Hambali Rasidi).

Masih melansir dari MataMadura dini hari, ada mahluk Allah yang sepesial, namanya A. Riyadi, yang kebetulan satu grup di WA “Sajan Mantap”, dengan ekspresi sedikit pura-pura tidak tau, dia berkata sesuatu dengan nada bertanya,

“Ini pertanda apa. Kok foto pak Sekda dan Buya (Bupati, red.) lagi viral. Di facebook dan grup wa lainnya, sama-sama bahas foto ini,” telpon Didik-panggilan akrab A.Riyadi seperti ‘dikisahkan’ kembali oleh Hambali Rasidi. Dua nama yang sama-sama berakhiran (i) Hambali dan Riyadi.

Oke serius? Lanjut! Hasil penelusuran media (tanpa label ecek-ecek,Red), Admin Halaman Facebook “Mata Madura” juga mengunggah foto Bupati Busyro Karim dan Sekda Edy Rasiyadi  sedang berjalan bersama usai menerima penghargaan LEPRID 750 Porsi Kaldu Kokot.

Selanjutnya, dalam status WhatsApp Mata Madura,foto viral Bupati dan Sekda Sumenep itu juga diunggah. Dalam waktu 2 jam, sudah ratusan warganet yang merespon.

Berbagai reaksi pun bermunculan, lumayan bikin Hambali tak sempat minum kopi.

Seorang wartawan,(tapi tolong jangan dilabeli media ecek-ecek yach, Red) malah ikut merespon dengan komentar yang sedikit mengagetkan.

“Ambil start itu kak,” tulisnya dengan emoji tertawa
Demikian diceritakan kembali oleh lewat WA pribadi.

Bak gayung bersambut, komentar lainpun ikut mengalir, termasuk dari Wiwid, salah satu guru SMP Guluk-Guluk yang turutmembalas komentar, “acorak deddiye penerus (Buya) ,” tulisnya. Dan kalau ditafsirkan luas dalam bahasa Indonesia kira-kira begini, #Kayaknya (Sekda) akan menjadi penerus ( Buya), timpalnya lagi.

Dari sinilah publik mulai menerka-nerka tentang makna tersirat dalam sebuah foto keakraban Sekda dengan Bupati disebuah acara.

“Mungkin nggak ya Pak Sekda pensiun dini, menjadi Cabup melanjutkan perjuangan Buya,” seorang rekan bergumam dekat Hambali yang dibalas singkat, “Tak ada yang tak mungkin di dunia ini, selepas kita menikmati segelas kopi.

Mari kita tinggalkan Hambali sejenak, tetap fokus soal Sekda. Tapi bicara soal kemungkinan Edi Rasiyadi benar-benar maju dalam Pilkada Sumenep 2020. Ditempat yang jauh, Sekda Kabupaten Bangli IB Gede Giri Putra dan adik Bupati Bangli Made Gianyar, I Made Subrata, masuk bursa kandidat calon di Golkar untuk Pilkada Bangli 2020. IB Giri Purtra disebut-sebut hanya siap maju tarung jika dapat posisi Calon Bupati (Cabup) Bangli. Demikian pula Made Subrata, incar kursi Bangli 1 di Pilkada 2020.

Sekda Kabupaten Malang, Ir Didik Budi Muljono MT siap mengundurkan diri dari jabatan Sekda Kabupaten Malang, apabila nanti dirinya ditetapkan sebagai Calon Bupati Malang dari PDI Perjuangan, pada Pilkada Kabupaten Malang.

Dan kalau benar Edi Radiyadi diusung parpol untuk melanjutkan Busyro Karim priode berikutnya, maka dipastikan mantan Kepala Dinas PU Bina Marga itu akan pensiun dini.

” Siap-siap yang berminat jadi Sekda pengganti, he.!”,celetuk tukang parkir yang kebetulan numpang duduk dekat Komunitas Ecek-Ecek Sumenep.

Editor/Redaktur: Ferry Arbania
Sumber:———
*)Disclaimer:Artikel ini sengaja dikemas dengan sedikit humoris untuk mengurangi jenuh yang mulai kambuh.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM