Ist. Jokowi (Kompasiana.Com)

Sumenep, MaduraExpose.com- Rasa kesal, marah dan kecewa dari kalangan mahasiswa di tanah air terhadap pemerintahan Jokowi kian tak terbendung, pasca terjadinya kenaikan BBM untuk yang kesekian kalinya.

Di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sekelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa keranda mayat dan shalat ghaib sebagai simbol matinya pemimpin negeri ini.

Mahasiswa ini juga menggelar orasi di depan gedung DPRD Sumenep menuntut presiden Jokowi mundur dari jabatannya.

Demontrans juga menuntut para wakil rakyat di DPRD Sumenep segera mengambil langkah termasuk menfasilitasi seluruh aspirasi dari kalangan masyarakat terhadap pemerintah pusat yang telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Langkah pemerintah ini menurut mahasiswa Sumenep yang berunjuk rasa merupakan sebentuk penghianatan karena telah menyengsarakan rakyat Indonesia .

“Kami meminta Jokowi segera mundur dari jabatannya sebagai presiden. Sejak dia memimpin negeri ini, harga BBM sudah dinaikkan berkali-kali. Ini berdampak buruk terhadap harga kebutuhan pokok yang dikonsumsi masyarakat tiap harinya”, ujar orator aksi Bisri.

Mahasiswa berkali-kali mendesak presiden Jokowi lebih baik mundur dari jabatannya karena dinilai telah menyengsarakan rakyat. Aktivis ini juga mengaku sangat kecewa terhadap kebijakan presiden yang sejak awal tidak pernah menyenangkan rakyat.

“Justru sebaliknya menyusahkan rakyat dengan terus menaikkan harga BBM”, terikanya.

Sebelum membubarkan diri, kalangan pengunjuk rasa mengncam akan turun lagi melakukan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang jauh lebih banyak hingga akhirnya pemerintah mendengarkan jeritan rakyat yang makin sengsara.

(m2d/day/fer)