Ungkap Rahasia Ilmu dan Karomah Gus Baha, Pernah Buka Tabir dan Bikin Takjub alm. Mbah Moen

Terbit: 14 Februari 2024 | 08:12 WIB

Maduraexpose.com– Nama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha kerap menjadi sorotan publik. Selain merupakan ulama yang sederhana dan tawadu, Gus Baha juga diketahui memiliki ilmu yang begitu luas serta karomah yang unik layaknya wali Allah.

Gus Baha merupakan putra KH Nursalim, pengasuh salah satu pondok pesantren Alquran di Kragan, Narukan, Rembang.

Keilmuan Gus Baha diperoleh dari gemblengan sang ayah dan ulama masyhur KH Maimoen Zubair. Berkat didikan dua tokoh besar tersebut, Gus Baha memiliki keluasaan ilmu serta karomah yang jarang diketahui masyarakat luas.

Saat masih berusia muda bahkan Gus Baha telah mengkhatamkan Alquran dengan lisensi ketat sang ayah. Baru setelah remaja Gus Baha mondok kepada Mbah Moen di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Anwar, Sarang, Rembang.

Di ponpes tersebut, keilmuan syariat Gus Baha seperti fikih, hadis, dan tafsir sangatlah menonjol. Ketika mondok Gus Baha telah mengkhatamkan hafalan Sahih Muslim lengkap dengan matan, rawi, dan juga sanadnya.

Tak hanya Sahih Muslim, Gus Baha juga berhasil mengkhatamkan kitab Fathul Mu’in serta kitab-kitab gramatika Arab seperti Imrithi dan Alfiah ibnu Malik.

Gus Baha pun dikenal sebagai pemegang rekor hafalan terbanyak di Al Anwar pada masanya.

Bahkan pernah ada suatu momen di mana Gus Baha ingin ikut musyawarah bersama santri lainnya, namun ditolak.

Hal tersebut lantaran Gus Baha telah berada pada level di atas santri pada umumnya.

Gus Baha juga dikenal dekat dengan kiainya. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap mendampinging sang guru mulai dari sekadar mengobrol, menerima tamu-tamu ulama besar dari negara lain hingga urusan mencari tabir.

Pada suatu hari, Gus Baha pernah dipanggil secara khusus oleh Mbah Moen untuk mencarikan tabir mengenai suatu persoalan.

Saat itulah, kemampuan karomah Gus Baha muncul. Lantaran saking cepatnya, tabir tersebut ditemukan tanpa membuka referensi kitab yang dimaksud.

Hal tersebut membuat Mbah Maimun takjub. “Hah? Kamu ini memang benar-benar cerdas,” kata alm. Mbah Moen beberapa waktu lalu dikutip siap.viva.co.id, Selasa, 6 Februari 2024.***

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *