maduraexpose.com

 


Headline NewsNews

Tudingan Makar dari Istana: Prabowo Beri Sinyal Perlawanan terhadap ‘Mafia’

327
×

Tudingan Makar dari Istana: Prabowo Beri Sinyal Perlawanan terhadap ‘Mafia’

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

Presiden Prabowo Subianto. [dok. Gerindra]

Madura Expose- Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan menuding ada unsur makar di balik gelombang demonstrasi yang belakangan ini merebak.

 

 


Pernyataan ini bukan sekadar peringatan, melainkan sinyal keras bahwa pemerintah akan mengambil langkah tegas. Tuduhan yang dilontarkan di Rumah Sakit Polri ini menambah panasnya dinamika politik, memunculkan pertanyaan tentang batas antara aspirasi murni dan agenda tersembunyi.

 

 


 

Ketika Aspirasi Berubah Menjadi Makar

 

Prabowo menyoroti insiden pembakaran gedung DPRD di Sulawesi Selatan yang menelan korban empat Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, aksi anarkis tersebut tidak bisa lagi disebut sebagai penyampaian aspirasi.

 

“Ini tindakan-tindakan makar ini, ini bukan penyampaian aspirasi,” tegas Prabowo. Pernyataannya menggarisbawahi kekhawatiran pemerintah terhadap potensi kekerasan dan anarkisme yang menyusup ke dalam gerakan massa.

 

 

Namun, di sisi lain, tudingan makar adalah isu sensitif yang bisa memicu perdebatan. Pertanyaannya, apakah aksi anarkis dari segelintir oknum lantas membatalkan legitimasi seluruh gerakan?

 

Sejauh mana pemerintah bisa membedakan antara massa yang berjuang untuk aspirasi dan provokator yang bertujuan merusak?

 

 


 

Tantangan bagi Aparat dan Hukum

 

Presiden secara gamblang memerintahkan aparat untuk menyelidiki dalang di balik aksi anarkis ini. Ia bahkan menduga sudah ada indikasi-indikasi dan siap menghadapi “mafia-mafia” yang dianggapnya kuat.

 

Sinyal ini jelas: pemerintah akan menggunakan instrumen hukum untuk menindak tegas aktor-aktor intelektual di balik kerusuhan.

 

 

Tantangan bagi aparat penegak hukum, dalam hal ini Polri dan TNI, adalah menjaga keseimbangan. Di satu sisi, mereka harus menindak tegas perusak fasilitas umum dan penjarah sesuai hukum yang berlaku. Di sisi lain, mereka harus memastikan bahwa tindakan ini tidak mencederai hak konstitusional masyarakat untuk berpendapat.

 

Narasi “melawan mafia” yang diusung Prabowo menjanjikan ketegasan. Namun, publik menuntut transparansi. Siapa “mafia” yang dimaksud? Apa bukti yang akan disajikan?

 

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan menentukan apakah tudingan ini merupakan langkah proaktif pemerintah atau justru strategi untuk membungkam kritik.

 

Pemerintah memang berhak menjaga stabilitas dan keamanan. Tetapi dalam demokrasi, kebebasan berekspresi juga merupakan pilar fundamental. Menjaga kedua hal ini adalah ujian berat bagi kepemimpinan yang baru. [dbs]

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----

---***---